Selandia Baru vs Mesir: Andalkan Kolektivitas, Bukan Hanya Mohamed Salah

Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026. Kedua tim memburu kemenangan perdana Grup G demi menjaga peluang lolos.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 21 Juni 2026, 17:21 WIB
Pemain Timnas Mesir, Omar Marmoush, melepaskan tembakan di depan pemain Belgia, Brandon Mechele, dalam pertandingan pertama kedua tim di Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Seattle Stadium, Seattle, Washington. Belgia dan Mesir berbagi poin setelah bermain imbang 1-1. (Fran Santiago/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laga Selandia Baru vs Mesir pada matchday kedua Grup G Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung ketat. Pertandingan ini akan digelar di BC Place, Vancouver, pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 08.00 WIB.

Kedua tim datang dengan misi yang sama setelah gagal meraih kemenangan pada laga pembuka. Hasil imbang membuat peluang lolos masih terbuka, tetapi tambahan tiga poin kini menjadi target utama.

Baik Selandia Baru maupun Mesir juga punya catatan serupa di turnamen ini. Keduanya sempat unggul di pertandingan pertama, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.


Selandia Baru Mulai Menemukan Alternatif Selain Chris Wood

Pemain Selandia Baru, Elijah Just merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 melawan Iran di Inglewood, dekat Los Angeles, California, Selasa (16/6/2026) pagi WIB. (AP Photo/Andre Penner)

Menjelang duel kontra Iran, Selandia Baru sempat dihantui persoalan klasik di lini depan. Ketergantungan pada Chris Wood terlihat jelas karena ia menjadi mesin gol utama All Whites dengan 45 gol internasional sebelum turnamen dimulai.

Namun, Elijah Just memberi jawaban cepat atas keraguan itu. Ia hanya butuh tujuh menit untuk mencetak gol pembuka sekaligus menandai gol ke-10 bersama tim nasional.

Setelah Iran menyamakan kedudukan pada menit ke-30, Just kembali membawa timnya unggul pada menit ke-54. Sayangnya, keunggulan itu kembali sirna setelah gol penyeimbang dari Mohammad Mohebi sepuluh menit kemudian.

Hasil 2-2 membuat Selandia Baru belum terkalahkan dalam empat laga terakhir mereka di Piala Dunia. Meski semuanya berakhir imbang, performa tersebut memberi sinyal bahwa kemenangan pertama mulai terasa dekat.


Mesir Andalkan Kolektivitas, Bukan Hanya Mohamed Salah

Mohamed Salah (kanan) antar Mesir lolos ke Piala Dunia 2026. (Abdel Majid BZIOUAT / AFP)

Mesir juga menyimpan rasa frustrasi setelah hanya bermain 1-1 melawan Belgia. Padahal, mereka sempat tampil lebih efektif pada sebagian besar pertandingan.

Gol Mesir lahir lewat tendangan keras Emam Ashour pada menit ke-20. Proses gol itu berawal dari assist kapten tim, Mohamed Salah, yang tetap menjadi figur penting di lini serang.

Pelatih Hossam Hassan tampak merancang sistem yang tidak sepenuhnya bergantung pada Salah. Pendekatan itu membuat permainan Mesir lebih sulit dibaca lawan karena ancaman dapat datang dari banyak sektor.

Strategi tersebut memang meningkatkan tanggung jawab pemain lain untuk tampil menentukan. Namun, bagi juara Afrika tujuh kali itu, pendekatan kolektif bisa menjadi kunci untuk meraih kemenangan perdana di Piala Dunia pada percobaan kesembilan.

Pertemuan Selandia Baru vs Mesir diperkirakan berjalan terbuka karena kedua tim sama-sama butuh kemenangan. Tim yang mampu menjaga konsentrasi hingga menit akhir berpeluang besar merebut pulang tiga poin penting di Vancouver.

Sumber: Sports Mole

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya