Liputan6.com, Jakarta - Pertamina International Shipping (PIS) mengatakan, dua kapal PIS yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang kini berada di kawasan Teluk Arab, tengah bersiap melintasi Selat Hormuz. Hal ini seiring perkembangan positif yang mengindikasikan kondisi yang semakin kondusif antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Pjs.Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita menuturkan, pihaknya terus memantau secara cermat perkembangan situasi yang masih sangat dinamis di kawasan tersebut, sekaligus mengevaluasi alternatif rute yang lebih aman, termasuk melalui Perairan Oman. Perairan itu yang saat ini menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh pelaku industri pelayaran.
Advertisement
"Sebagai bagian dari persiapan operasional, PIS telah melakukan berbagai langkah teknis dan nonteknis, antara lain memastikan ketersediaan perlindungan asuransi, kesiapan awak kapal, keandalan teknis kapal dan mesin, kesiapan navigasi dan komunikasi kapal, serta pemenuhan seluruh persyaratan regulasi pelayaran internasional, dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi keamanan di kawasan,” ujar Vega dikutip dari keterangan resmi, Sabtu, (20/6/2026).
Selain itu, PIS terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Teheran, serta otoritas terkait, sambil menyiapkan passage plan yang aman dan sesuai dengan perkembangan situasi terkini.
"Keselamatan awak kapal, keamanan kapal, dan perlindungan muatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. PIS berharap kondisi geopolitik di kawasan terus membaik sehingga Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman dalam waktu dekat,” ujar dia.
Pertamina International Shipping Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG Sepanjang 2025
Sebelumnya, selama 2025, PT Pertamina International Shipping (PIS) mendukung distribusi energi nasional dengan mengangkut sebanyak 170 miliar liter BBM dan LPG ke seluruh nusantara, dan penjuru dunia.
PIS mengangkut energi berupa minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG untuk keamanan pasokan energi nasional, sebanyak 107 miliar liter. Serta angkutan kargo untuk market internasional sebanyak 63 miliar liter.
"Ini menunjukkan kontribusi signifikan PIS dalam memastikan pasokan energi dari Sabang sampai Merauke, serta perluasan jangkauan layanan yang terus dipercaya di pasar global," ujar Direktur Utama PIS Surya Tri Harto (21/1).
Realisasi sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan bisnis dan kapasitas angkutan energi yang telah ditunjukkan PIS pada tahun sebelumnya, ketika perusahaan berhasil mengangkut lebih dari 161 miliar liter BBM dan LPG pada 2024. Capaian tersebut memperkuat posisi PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional, yang secara konsisten menjaga kelancaran pasokan BBM, LPG, dan produk energi lainnya di seluruh negeri.
Program Strategis
PIS juga terus memperkuat armada untuk angkutannya, dengan total mencapai 110 kapal milik hingga akhir tahun 2025. Beroperasi 7 hari seminggu selama 24 jam penuh, operasional kapal tanker PIS juga didukung dengan kehadiran 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) untuk memastikan kelancaran proses sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.
Beberapa program strategis juga dilaksanakan seperti perluasan pasar non-captive dengan ekspansi rute internasional melalui 3 kantor strategis yang mencakup pemasaran di Asia Pacific, Timur Tengah dan Eropa, dan diversifikasi jenis kargo.
Pada tahun 2025, sudah ada 84 kapal milik PIS yang telah memenuhi standar inspeksi Ship Inspection Report Programme (SIRE), standarisasi inspeksi kapal tanker guna memastikan standar keselamatan.
"Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional. Serta, memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia," tutup Surya.