Gara-Gara Ini GAC Indonesia Tunda Peluncuran Mobil Baru

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menjelaskan bahwa penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi pasar

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 19 Juni 2026, 19:12 WIB
GAC E9, MPV premium dengan teknologi PHEV. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - GAC Indonesia memutuskan menunda peluncuran dua model terbarunya, yakni GAC E9 dan GAC Emzoom, yang sebelumnya diproyeksikan melantai pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Keputusan tersebut diambil di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum kondusif serta dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Padahal, pameran otomotif tahunan tersebut telah disiapkan sebagai panggung peluncuran bagi kedua model anyar GAC untuk pasar Indonesia. Namun, berbagai faktor eksternal membuat perusahaan yang berada di bawah naungan Indomobil Group memilih untuk menahan langkah ekspansinya.

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menjelaskan bahwa penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi pasar yang saat ini masih dibayangi ketidakpastian ekonomi.

"Untuk GIIAS tahun ini, kami menunda peluncuran kendaraan E9 dan Emzoom karena Emzoom ini adalah kendaraan berteknologi ICE 1.500 cc turbo," ujar Andry Ciu di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, situasi yang berkembang setelah kenaikan harga Pertamax turut memengaruhi keputusan perusahaan. GAC Indonesia menilai saat ini belum menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan kendaraan baru berbasis bahan bakar fosil ke pasar nasional.

"Dengan fenomena yang sekarang lagi marak, setelah harga Pertamax naik, demonstrasi di mana-mana, kami melihat bahwa ini bukan saat yang tepat untuk melahirkan kendaraan tersebut," tambahnya.

Selain faktor kenaikan BBM, fluktuasi nilai tukar mata uang juga menjadi salah satu alasan utama di balik penundaan tersebut. Andry menuturkan bahwa penguatan dolar Amerika Serikat maupun yuan terhadap rupiah berpotensi membuat harga jual kendaraan menjadi kurang kompetitif.

Menurutnya, jika peluncuran tetap dilakukan dalam kondisi saat ini, harga kendaraan yang ditawarkan kepada konsumen bisa menjadi kurang ekonomis.

"Kurs exchange rate sekarang naik, dolar naik, yuan naik. Kalau diluncurkan saat ini tentunya harganya menjadi tidak terlalu ekonomis," jelasnya.

Karena itu, GAC Indonesia memilih menunggu hingga kondisi pasar lebih stabil sebelum meluncurkan produk anyar tersebut.

"Lebih baik kami menunda sampai situasi stabil kembali, harga Pertamax kembali stabil, turun kembali. Rasanya tidak terlambat untuk kita luncurkan Emzoom di kemudian hari," kata Andry.

 

GAC E9 PHEV Ikut Tertunda

Jika penundaan GAC Emzoom yang mengusung mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) dianggap cukup wajar, keputusan menunda peluncuran GAC E9 juga menjadi perhatian.

Pasalnya, GAC E9 merupakan kendaraan berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin berbahan bakar bensin.

Meski memiliki kemampuan berkendara secara elektrik, kendaraan PHEV tetap membutuhkan bahan bakar fosil untuk mendukung operasional mesin konvensionalnya. Oleh sebab itu, GAC Indonesia memutuskan menunda seluruh model yang masih memiliki ketergantungan terhadap BBM.

Menurut Andry, peluncuran kedua model tersebut akan dilakukan setelah kondisi ekonomi dan pasar otomotif kembali normal.

GAC Indonesia belum menetapkan jadwal baru untuk peluncuran E9 maupun Emzoom. Perusahaan akan terus memantau perkembangan harga BBM, stabilitas nilai tukar rupiah, serta kondisi ekonomi nasional sebelum menentukan waktu yang tepat.

"Semoga tergantung kondisi sekarang. Semoga tidak berkepanjangan, harga Pertamax bisa terkendali, kurs kembali normal, ekonomi kembali membaik, dan kita bisa luncurkan kendaraan tersebut," pungkas Andry Ciu.

Dengan keputusan ini, GAC Indonesia memilih mengambil langkah hati-hati dalam menghadapi dinamika pasar otomotif nasional.

Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga daya saing produk sekaligus memberikan harga yang lebih kompetitif ketika kedua model resmi diluncurkan di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya