Cedera Horor Ismael Kone Bayangi Kemenangan Bersejarah Kanada di Piala Dunia 2026

Kanada membantai Qatar 6-0 pada laga Piala Dunia 2026 di Vancouver. Namun cedera Ismael Kone membuat kemenangan besar itu terasa pahit.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 Juni 2026, 08:58 WIB
Pemain Kanada, Ismael Kone, mengikuti sesi latihan di Piala Dunia 2026 di Vancouver, Selasa (16/6/2026). (AP Photo/Abbie Parr)

Liputan6.com, Jakarta - Kanada mencatat kemenangan terbesar mereka di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Qatar dengan skor telak 6-0, Jumat (19/6/2026) WIB. Hasil tersebut membuat peluang mereka lolos ke babak 32 besar semakin terbuka lebar.

Meski meraih kemenangan meyakinkan, perhatian utama justru tertuju pada cedera yang dialami Ismael Kone. Gelandang Kanada itu harus ditandu keluar lapangan setelah menerima tekel dari Assim Madibo.

Insiden tersebut membuat suasana pertandingan berubah drastis. Para pemain Kanada tampak sangat terpukul saat melihat rekan mereka tergeletak kesakitan di atas lapangan.

Di tengah pesta gol dan catatan bersejarah, cedera Kone menjadi momen yang paling membekas dari laga yang berlangsung di Vancouver tersebut.


Cedera Kone Mengubah Suasana Pertandingan

Pemain Kanada, Nathan Saliba, mengangkat jersey milik Ismael Kone setelah mencetak gol keempat timnya dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 melawan Qatar di Vancouver, British Columbia, Jumat (19/6/2026). (AP Photo/Abbie Parr)

Kapten Kanada Stephen Eustaquio menjadi pemain pertama yang meminta bantuan tim medis ketika Kone terjatuh. Ia langsung berusaha memastikan rekan setimnya mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Para pemain Kanada terlihat cemas selama proses perawatan berlangsung. Beberapa pemain bahkan tampak saling menghibur ketika Kone harus ditandu keluar lapangan.

Assim Madibo yang melakukan pelanggaran mendapat kartu merah dari wasit. Meski tekel tersebut terlihat tidak terlalu keras, dampaknya membuat Kone tidak mampu melanjutkan pertandingan.

Kabar baiknya, Kone masih bisa duduk saat dibawa keluar lapangan. Ia bahkan sempat menyapa suporter yang menyanyikan namanya dan memberi isyarat kepada keluarga bahwa dirinya baik-baik saja.


Solidaritas Kanada untuk Kone

Pemain Kanada, Nathan Saliba, mengangkat jersey milik Ismael Kone setelah mencetak gol keempat timnya dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 melawan Qatar di Vancouver, Jumat (19/6/2026). (AP Photo/Abbie Parr)

Kone mendapatkan perawatan lanjutan dengan bantuan oksigen dan obat pereda nyeri. Ia juga menerima dukungan dari kedua pelatih serta para pemain Qatar saat meninggalkan lapangan.

Kebersamaan skuad Kanada terlihat jelas setelah insiden tersebut. Seluruh tim menunjukkan dukungan penuh kepada pemain bernomor punggung delapan itu.

Nathan Saliba yang masuk menggantikan Kone kemudian mencetak gol melalui tendangan bebas indah. Selebrasinya menjadi salah satu momen emosional dalam pertandingan tersebut.

Saliba mengangkat jersey Kanada bernomor delapan sebagai bentuk penghormatan kepada Kone. Pelatih Jesse Marsch juga sempat mengumpulkan seluruh pemain saat jeda pendinginan untuk menjaga fokus dan solidaritas tim.


Qatar Tampil Buruk dan Terancam Tersingkir

Jonathan David merayakan gol yang dicetaknya bersama rekan setimnya, Stephen Eustaquio, setelah mencetak gol ke gawang Qatar dalam laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 di Vancouver, British Columbia, Jumat (19/6/2026) pagi WIB. Jonathan David mencetak hattrick dan Kanada menang telak 6-0 dalam laga ini. (Darryl Dyck/The Canadian Press via AP)

Di sisi lain, Qatar menjalani pertandingan yang sangat mengecewakan. Mereka kehilangan Homman Al Amin lebih awal setelah mendapat kartu merah karena menggagalkan peluang emas lawan.

Lanjut Baca:

Bermain dengan 10 orang membuat Qatar semakin kesulitan menghadapi agresivitas Kanada. Pertahanan mereka tampil rapuh meski lebih banyak bertahan di area sendiri. Situasi semakin memburuk setelah Madibo juga diusir keluar lapangan. Tim asal Timur Tengah itu kehilangan disiplin dan gagal memberikan perlawanan berarti. Penampilan buruk tersebut membuat peluang Qatar untuk bertahan di turnamen semakin menipis. Mereka kini berada dalam posisi sulit untuk melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya