Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik beragam pada perdagangan Jumat, (19/6/2026). Indeks Kospi, indeks acuan Korea Selatan, Kospi memperpanjang rekor kenaikan didorong saham Samsung Electronics dan SK Hynix naik ke level tertinggi sepanjang masa.
Mengutip CNBC, investor juga menilai ketahanan perjanjian perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Hal ini setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, bantuan ekonomi apapun untuk Teheren akan bergantung pada pemenuhan kewajiban negara tersebut berdasarkan kesepakatan.
Advertisement
"Amerika Serikat tidak akan memberikan sepeser pun uang kepada Iran,” ujar dia.
"Satu-satunya cara Iran mendapatkan sumber daya ini, adalah jika mereka sepenuhnya mematuhi ketentuan kesepakatan itu,” kata dia.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei juga menggambarkan perjanjian tersebut sebagai bersyarat. Ia menyetujui, memorandum tersebut hanya setelah menerima jaminan hak-hak Iran dan front perlawanan akan dilindungi.
Indeks Nikkei 225 dibuka naik 0,6% setelah mencapai rekor tertinggi pada Kamis pekan ini. Indeks Topix mendatar.
Indeks Kospi di Korea Selatan melonjak 2,8%, setelah melewati 9.000 untuk pertama kali. Sedangkan indeks Kosdaq turun 0,39%. Indeks acuan Australia ASX 200 melemah 0,74%.
Bursa saham China, Hong Kong dan Taiwan libur.
Di wall street, tiga indeks saham acuan menguat setelah the Fed mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026, sebuah langkah yang memicu aksi jual saham selama sesi sebelumnya.
Indeks S&P 500 naik 1,08%, ditutup pada 7.500,58, dan Nasdaq Composite menanjak 1,91% menjadi 26.517,93. Dow Jones Industrial Average menguat 72,15 poin, atau 0,14%, dan berakhir pada 51.564,70.
Penutupan IHSG pada 18 Juni 2026
Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih di zona merah meski tekanan berkurang pada perdagangan saham, Kamis, (18/6/2026). Pergerakan IHSG ini di tengah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75% dan transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 0,78% menjadi 6.172,34. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,33% menjadi 616,92. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, dampak kenaikan BI Rate 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% ke saham, efeknya lebih campuran. Di satu sisi, stabilisasi rupiah bisa menurunkan risk premium Indonesia dan menjadi sentimen positif bagi asing. Namun, ia menilai, kenaikan bunga menekan valuasi saham, menaikkan cost of fund atau biaya pendanaan, dan berpotensi memperlambat konsumsi serta investasi.
"Jadi, menurut kami ini lebih tepat disebut sebagai obat stabilisasi daripada solusi penuh. BI bisa membeli waktu dan meredam tekanan rupiah, tetapi inflow asing yang berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan dari fiskal yang kredibel, belanja pemerintah yang lebih efisien, komunikasi kebijakan yang lebih jelas, serta regulasi yang lebih predictable. Tanpa itu, kenaikan BI Rate hanya akan menjadi painkiller jangka pendek,” ujar dia.
Sektor Saham
Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.197,17 dan terendah 6.073,72. Sebanyak 419 saham melemah sehingga bebani IHSG. 258 saham menguat dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.833.593 dan total volume perdagangan saham 25,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.839.
Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham infrastruktur turun 1,96%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham keuangan turun 1,32%, sektor saham kesehatan terpangkas 1,07%.
Lalu sektor saham industri melemah 0,16%, sektor saham consumer nonsiklikal terperosok 0,12%, sektor saham properti susut 0,64%. Sementara itu, sektor saham energi naik 0,12%, sektor saham basic melonjak 2,49%, sektor saham consumer siklikal naik 0,47%. Lalu sektor saham teknologi menanjak 0,04% dan sektor saham transportasi bertambah 0,29%.