Data Terbaru Korban dan Kerusakan Dampak Gempa Palu

Kabupaten Sigi wilayah paling terdampak gempa Palu.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 18 Juni 2026, 18:12 WIB
Bangunan rusak di Desa Kamaroa, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi dampak gempa Palu (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah bertambah. Data terkini, tiga orang meninggal dunia.

Tiga korban meninggal dunia tersebut seluruhnya teridentifikasi berada di wilayah administratif Kabupaten Sigi. Sigi mengalami dampak terparah akibat gempa.

"Hingga Kamis pukul 13.51 WIB, korban jiwa terkonfirmasi tiga orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 91 orang luka ringan. Sementara itu, dampak kumulatif kebencanaan melanda sedikitnya 2.109 kepala keluarga atau setara 6.412 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, (18/6/2026).

Abdul memaparkan bahwa sebaran korban meninggal dunia tersebut masing-masing berada di kawasan permukiman Desa Ampera di Kecamatan Palolo, Desa Kamarora A di Kecamatan Nokilalaki, serta satu korban lainnya yang baru saja selesai diverifikasi oleh petugas lapangan.

 

Seribu Lebih Rumah Rusak

Dampak fisik kebencanaan juga merusak sedikitnya 1.652 unit rumah tinggal milik warga, dengan rincian kerusakan meliputi 1.472 unit rumah rusak ringan, 111 unit rumah kategori rusak sedang, dan 69 unit rumah tinggal terdata mengalami rusak berat.

Guncangan gempa darat berkedalaman 10 kilometer itu juga merusak 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, serta delapan fasilitas perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Sigi.

Untuk mempercepat pemulihan di tingkat tapak, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan, sedangkan BNPB secara simultan menggelontorkan bantuan stimulan logistik darurat dan tenda pengungsian berskala besar.

Merespons perkembangan tersebut, Kepala BNPB Suharyanto dijadwalkan bertolak langsung menuju lokasi terdampak di Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6) guna mengomandoi efektivitas penanganan darurat serta mengintegrasikan gerak taktis personel TNI dan Polri di lapangan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya