Dapat Modal Positif di MFoS Mandalika 2026, Davino Satria Bidik Podium di Putaran Berikutnya

Davino Satria mendapat modal positif dari perlombaan balap mobil Mandalika Festival of Speed 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok.

oleh ThomasDiterbitkan 17 Juni 2026, 22:03 WIB
Aksi Davino Satria saat beraksi di Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap muda HDM Team, Davino Satria, menunjukkan progres yang menjanjikan saat tampil dalam ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 yang digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 13-14 Juni 2026.

Mengandalkan Honda Brio racikan ASCO Motortuning di kelas ITCR 1200 Non Seeded, Davino menghadapi persaingan ketat dari para pembalap yang sudah lebih berpengalaman. Meski belum berhasil mengamankan podium, pembalap muda tersebut menilai akhir pekan balap di Mandalika memberikan banyak pelajaran berharga untuk perkembangan kariernya.

Pada race pertama, Davino memulai balapan dari posisi ke-23. Dengan perjuangan keras sepanjang lomba, ia mampu memperbaiki posisinya dan finis di urutan kelima kelas Non Seeded. Sementara pada race kedua, Davino kembali berupaya menembus barisan depan, namun harus puas menyelesaikan balapan di posisi ketujuh kelas Non Seeded.

"Kalau bicara hasil akhir, tentu belum sepenuhnya sesuai dengan target, karena target saya datang ke Mandalika adalah bisa naik podium di kelas non-seeded," ujar Davino.

Meski demikian, ia tetap melihat banyak sisi positif dari performanya selama akhir pekan balap tersebut.

"Saya merasa perkembangan saya cukup positif sebagai rookie di kelas ITCR 1200. Banyak pelajaran yang didapat dan itu menjadi modal yang baik untuk putaran berikutnya," tambahnya.


Evaluasi di Momen Start

Aksi Davino Satria saat beraksi di Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 (ist)

Davino mengakui masih memiliki pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, terutama terkait teknik standing start yang menjadi salah satu tantangan terbesarnya dalam balap mobil.

Menurutnya, proses start dalam balap mobil memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan disiplin balap yang sebelumnya ia geluti.

"Standing start di balap mobil masih menjadi hal yang perlu saya pelajari dan sempurnakan lagi karena berbeda dengan yang biasa saya jalani sebelumnya. Selain itu, persaingan di lap-lap awal juga sangat ketat sehingga saya harus cepat beradaptasi dengan situasi balapan dan menjaga konsentrasi sepanjang race," jelasnya.

Evaluasi terhadap aspek start menjadi fokus utama tim untuk meningkatkan performa pada seri berikutnya.


Persaingan ITCR 1200 Dinilai Lebih Intens

Sebagai pembalap yang memiliki latar belakang kuat di dunia gokart, Davino merasakan perbedaan signifikan saat berkompetisi di kelas ITCR 1200.

Lanjut Baca:

Ia menilai tingkat agresivitas para pembalap di lintasan membuat persaingan berlangsung lebih sengit dibandingkan saat dirinya berlaga di gokart. "Dibandingkan dengan gokart yang selama ini saya jalani, pertarungan di balap mobil terasa lebih intens karena banyak pembalap yang sangat agresif dalam mencari posisi dan memanfaatkan setiap peluang untuk menyalip," ungkap Davino. Meski demikian, kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan racecraft dan pengambilan keputusan di tengah tekanan balapan. "Justru dari situ saya banyak belajar tentang racecraft, cara membaca situasi balapan, serta bagaimana tetap tenang saat berada di tengah persaingan yang sangat ketat," lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya