Liputan6.com, Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp 795 miliar. Pemegang saham akan mendapatkan Rp 16,50 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (16/6/2026), PT Puradelta Lestari Tbk membagikan dividen setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan pada 15 Juni 2026.
Advertisement
Perseroan mempertimbangkan pembagian dividen dengan memakai data keuangan 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 800,30 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 1,39 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 6,61 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen 2025:
- Tanggal efektif pada 15 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 24 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 25 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 26 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 29 Juni 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 26 Juni 2026
- Tanggal pembayaran dividen pada 9 Juli 2026
Selain itu, RUPST Perseroan juga telah menyetujui perubahan susunan dewan komisaris. Pemegang saham menerima baik pengunduran diri Muktar Widjaja dari jabatannya selaku Presiden Komisaris Perseroan. RUPST memutuskan mengangkat Teky Mailoa sebagai Presiden Komisaris Perseroan yang baru. Selain itu, RUPST juga mengangkat Irhoan Tanudiredja sebagai Komisaris Independen Perseroan.
Jajaran Komisaris
Presiden Komisaris: Teky Mailoa
Wakil Presiden Komisaris: Hermawan Wijaya
Wakil Presiden Komisaris: Masayoshi Hirose
Komisaris: Seiji Itagaki
Komisaris Independen: Teddy Pawitra
Komisaris Independen: Susiyati Bambang Hirawan
Komisaris Independen: Irhoan Tanudiredja
Pada saat yang bersamaan, PT Puradelta Lestari Tbk melaksanakan RUPS Luar Biasa yang menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan perihal maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, dalam rangka menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Target Prapenjualan 2026
Sebelumnya, pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), menargetkan prapenjualan atau pre-sales senilai Rp 2,08 triliun pada 2026.
Direktur dan Sekretaris Perseroan, Tondy Suwanto, menyampaikan prapenjualan lahan industri masih menjadi kontributor utama dalam mencapai target tersebut. Ia menjelaskan selain ditunjang oleh prapenjualan sektor industri, juga termasuk produk komersial maupun hunian di Kota Deltamas.
"Target prapenjualan Rp 2,08 triliun untuk tahun 2026 merupakan cerminan optimisme seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Tondy dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (26/2/2026).
Tondy mengatakan, pada awal 2026 permintaan lahan industri masih cukup tinggi, yakni sekitar 75 hektar dan lebih dari 70% berasal dari industri Data Center.
"Masih adanya permintaan lahan industri di pipeline kami sekitar 75 hektar dan lebih dari 70% berasal dari industri Data Center.” ujarnya
Prospek 2026
Prospek pertumbuhan ekonomi nasional 2026 yang stabil, kenaikan tingkat konsumsi domestik, serta dukungan pemerintah terutama pada sektor perekonomian, turut memotivasi Perseroan untuk terus megembangkan produk komersial serta hunian di area Deltamas.
"Perseroan optimis mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp 2,08 triliun di tahun 2026,” ujar Tondy.
Ia menegaskan, Perseroan akan terus melanjutkan pembangunan kawasan Kota Deltamas untuk mewujudkan sebuah kawasan terpadu modern ramah lingkungan dan menjadi pusat aktivitas serta one-stop-living city di area timur Jakarta.