Liputan6.com, Jakarta - Harga cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi pada awal pekan ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran mencapai Rp 79.000 per kilogram (kg) pada Senin (15/6/2026).
Data yang dihimpun hingga pukul 10.40 WIB menunjukkan cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas pangan dengan harga tertinggi di pasar ritel nasional. Sedangkan harga cabai merah besar tercatat mencapai Rp 60.150 per kg. Kemudian, cabai merah keriting dijual Rp 55.700 per kg dan cabai rawit hijau sebesar Rp 56.900 per kg.
Advertisement
Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat sebesar Rp 29.800 per kg.
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah berada di level Rp 57.250 per kg, sedangkan bawang putih dijual Rp 43.500 per kg.
Dikutip dari Antara, PIHPS juga mencatat harga beras masih bergerak bervariasi berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I dipatok Rp 15.100 per kg dan kualitas bawah II Rp 14.800 per kg.
Selanjutnya, beras kualitas medium I dijual Rp 16.300 per kg, sementara beras kualitas medium II mencapai Rp 16.400 per kg.
Adapun beras kualitas super I tercatat sebesar Rp 17.200 per kg dan beras kualitas super II berada di level Rp 16.800 per kg.
Selain beras, sejumlah komoditas hortikultura lainnya juga masih berada pada level yang relatif tinggi.
Protein Hewani
Untuk kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar berada di level Rp 36.750 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I dijual Rp 146.350 per kg dan daging sapi kualitas II sebesar Rp 140.200 per kg.
Di sisi lain, harga gula pasir premium tercatat Rp 19.900 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di level Rp 19.200 per kg.
Komoditas minyak goreng juga masih berada di atas Rp 20.000 per liter. Harga minyak goreng curah tercatat Rp 20.550 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp 24.100 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp 23.250 per liter.
Pergerakan harga berbagai komoditas pangan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang meningkatnya aktivitas konsumsi pada pertengahan tahun.