Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Amazon, Jeff Bezos, kembali menduduki posisi CEO setelah beberapa tahun melepaskan jabatan tersebut. Kali ini, miliarder berusia 62 tahun itu memimpin sebuah startup kecerdasan buatan (AI).
Tujuh bulan setelah mengumumkan keterlibatannya, Bezos mengaku sangat menikmati peran barunya tersebut meski penuh dengan tantangan. Ia menggambarkan pengalaman menjadi CEO kembali sebagai "Type 2 fun".
Advertisement
Artikel mengenai Jeff Bezos ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin (15/6/2026):
1. Jeff Bezos Ungkap Alasan Kembali Jadi CEO
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, mengungkap alasan di balik keputusannya kembali menduduki posisi CEO setelah beberapa tahun meninggalkan jabatan tersebut. Kali ini, Bezos memimpin startup kecerdasan buatan (AI) bernama Prometheus sebagai co-CEO bersama salah satu pendirinya, Vik Bajaj.
Tujuh bulan setelah mengumumkan keterlibatannya di Prometheus, miliarder berusia 62 tahun itu mengaku menikmati kembali peran sebagai pemimpin perusahaan, meski pekerjaan tersebut penuh tantangan.
Simak berita selengkapnya di sini
2. Pemerintah Tarik Bea Masuk Antidumping Kertas Karton Dupleks dari 3 Negara
Pemerintah resmi mengenakan Bea Masuk Antidumping (BMAD) terhadap impor kertas karton dupleks yang berasal dari Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40 Tahun 2026 tentang Pengenaan Bea Masuk Antidumping atas Impor Produk Kertas Karton Dupleks dari ketiga negara tersebut.
Aturan yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu diterbitkan setelah pemerintah menemukan adanya praktik dumping yang dilakukan oleh eksportir dari ketiga negara. Praktik tersebut dinilai menimbulkan kerugian bagi industri kertas karton dupleks dalam negeri.
Simak berita selengkapnya di sini
3. Petani Tebu Usul Gula Masuk Bantuan Pangan, Ini Respons Pemerintah
Pemerintah menyatakan usulan memasukkan gula pasir ke dalam program bantuan pangan nasional masih memerlukan kajian lebih lanjut. Meski dinilai dapat mendukung kemandirian pangan dan membantu petani tebu, pemerintah menegaskan belum ada pembahasan resmi terkait penambahan komoditas gula dalam paket bantuan pangan yang saat ini disalurkan kepada jutaan keluarga penerima manfaat.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pemerintah terus mencermati berbagai masukan terkait penguatan program bantuan pangan guna mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.