Peserta OSN-K Tembus 716 Ribu, Puspresnas Terapkan Aturan Ketat Ini

Diikuti lebih dari 716 ribu murid SD-SMP, Puspresnas perketat pengawasan OSN-K lewat sistem berlapis demi cegah kecurangan.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 14 Juni 2026, 14:14 WIB
Puspresnas Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan bertajuk Taklimat Media Penguatan Tata Kelola Ajang Talenta Olimpiade Sains Nasional di Perpustakaan Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Kamis (4/6/2026). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat lonjakan drastis antusiasme siswa dalam mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K).

Jumlah pendaftar tahun ini menembus angka lebih dari 716 ribu peserta untuk jenjang SD dan SMP sederajat.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, memerinci bahwa angka fantastis tersebut terdiri dari 418.918 peserta jenjang SD/MI/sederajat dan 297.955 peserta jenjang SMP/MTs/sederajat.

"Peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin tumbuhnya semangat belajar dan kecintaan murid terhadap sains. Kami berharap OSN-K menjadi sarana untuk mengembangkan potensi terbaik peserta didik sekaligus membangun karakter yang jujur, disiplin, dan tangguh,” ujar Irene di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Irene memaparkan, peserta OSN-K untuk tingkat SD tahun ini berasal dari 38 provinsi serta enam Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Angka itu mencerminkan kenaikan sebesar 21 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, untuk jenjang SMP, angka partisipasi tercatat melonjak 15 persen dibanding tahun 2025.

Mengantisipasi membeludaknya jumlah peserta, Puspresnas memperketat pengawasan demi menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi. Pihaknya menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan pengawas silang, pemantauan panitia pusat dan daerah, siaran langsung (live streaming), hingga dokumentasi pelaksanaan dari berbagai wilayah, termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

 

Pastikan Seleksi Tanpa Kecurangan

Langkah tegas ini, kata Irene, sengaja diambil guna memastikan seluruh proses seleksi berjalan bersih tanpa kecurangan.

“Langkah ini dilakukan guna memastikan proses seleksi berlangsung transparan, akuntabel, dan objektif,” tuturnya.

Nantinya, para peserta yang lolos dalam tahap OSN-K ini akan menjadi dasar penetapan untuk melaju ke babak berikutnya, yaitu Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P).

Melalui kompetisi yang inklusif dan berintegritas ini, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus membangun ekosistem prestasi yang adil sekaligus mencetak generasi unggul Indonesia di bidang riset dan inovasi masa depan.

Infografis Sasaran, Tujuan, Jenjang Pendidikan & Fasilitas Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya