Gianni Infantino Sindir Italia yang Kembali Gagal ke Piala Dunia, Candaan Presiden FIFA Jadi Sorotan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi perbincangan usai melontarkan candaan mengenai kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 13 Juni 2026, 22:17 WIB
(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi perbincangan setelah melontarkan candaan mengenai kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri sebuah acara di Mexico City, Kamis (12/6/2026).

Momen itu terjadi ketika Infantino mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan FIFA memperluas jumlah peserta Piala Dunia 2030. Saat ini, turnamen edisi 2026 akan menjadi yang pertama menggunakan format 48 tim, meningkat dari sebelumnya 32 peserta.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Infantino mengungkapkan bahwa wacana penambahan jumlah peserta memang pernah dibahas di internal FIFA. Namun, jawaban serius itu kemudian diselingi candaan yang langsung menarik perhatian publik.

"Kami sudah membahas kemungkinan ekspansi menjadi 64 tim. Isu itu telah diajukan kepada Dewan FIFA," ujar Infantino.

Tak berhenti di situ, ia kemudian menambahkan sambil tersenyum, "Mungkin Italia bisa lolos jika ada 64 tim. Atau bahkan kita bisa memperluasnya menjadi 208 tim."


Sentilan untuk Italia

Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Candaan tersebut segera menjadi headline di berbagai media internasional. Banyak pihak menilai komentar itu menyentil performa Italia yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami masa sulit di ajang kualifikasi Piala Dunia.

Sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dengan empat gelar juara dunia, Italia justru mengalami kemunduran dalam tiga edisi terakhir.

Gli Azzurri gagal tampil di Piala Dunia 2018 dan 2022, serta kembali tidak berhasil mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.


Wacana Penambahan Peserta Piala Dunia

Seorang anggota Garda Nasional berjalan di instalasi ìFIFA Fan Fest Guadalajaraî di Plaza Liberacion dan Plaza de Armas di pusat kota Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Selasa 9 Juni 2026, menjelang pembukaan turnamen sepak bola Piala Dunia 2026. (Ulises RUIZ/AFP)

Wacana penambahan peserta menjadi 64 tim untuk edisi 2030 sendiri masih dalam tahap pembahasan. Ide tersebut didorong oleh Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, sebagai bagian dari perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

Turnamen Piala Dunia 2030 dijadwalkan berlangsung di tiga negara utama, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko. Sementara itu, beberapa pertandingan pembuka juga direncanakan digelar di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai penghormatan terhadap sejarah turnamen pertama yang berlangsung pada 1930.

Meski demikian, Infantino menegaskan bahwa fokus utama FIFA saat ini adalah mengevaluasi penerapan format 48 tim yang baru akan digunakan pada Piala Dunia 2026 sebelum mengambil keputusan terkait ekspansi lebih lanjut.


Reaksi Italia

Skuad Timnas Italia dalam laga uji coba internasional pada Juni 2026. (Official X @Azzurri)

Di Italia, pernyataan tersebut memicu respons dari Menteri Olahraga, Andrea Abodi. Ia mengaku terkejut dengan komentar Infantino dan ingin memperoleh penjelasan langsung mengenai maksud sebenarnya dari candaan tersebut.

"Mengingat jarak Italia dan Meksiko cukup jauh, saya lebih memilih berbicara dengannya melalui telepon untuk memahami apa yang sebenarnya ia maksud," kata Abodi kepada media lokal.

"Saya ingin mendengarnya langsung dari beliau."

Terlepas dari nuansa bercanda yang menyertai pernyataan itu, komentar Infantino kembali mengingatkan publik pada kenyataan pahit yang sedang dihadapi Italia. Negara yang pernah menjadi kekuatan besar sepak bola dunia tersebut kini harus bekerja keras untuk mengembalikan reputasinya dan memastikan tidak lagi absen dari panggung terbesar sepak bola internasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya