Penantian Panjang Inggris di Piala Dunia

Piala Dunia 2026 menjadi peluang Inggris mengejar gelar dunia kedua setelah penantian panjang sejak 1966.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 12 Juni 2026, 16:36 WIB
Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Inggris memasuki Piala Dunia 2026 dengan harapan besar untuk kembali mengejar kejayaan di panggung sepak bola dunia. The Three Lions ingin mengakhiri penantian panjang sejak keberhasilan mereka meraih trofi pada 1966.

Generasi baru Inggris membawa modal kuat setelah tampil konsisten dalam beberapa turnamen besar terakhir. Mereka datang dengan ambisi mengubah potensi besar menjadi pencapaian bersejarah.

Perjalanan Inggris menuju gelar juara dunia tidak pernah mudah karena mereka baru sekali mengangkat trofi tersebut. Namun, performa terbaru memberi keyakinan bahwa skuad asuhan mereka mampu bersaing dengan tim terbaik dunia.


Inggris Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Harry Kane (Inggris) menyapa para suporter di akhir laga kualifikasi Piala Dunia Grup K melawan Serbia di Rajko Mitic Stadium, Beograd, Serbia, 9 September 2025. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Inggris mencatat kualifikasi yang luar biasa dengan memenangkan seluruh pertandingan tanpa kebobolan satu gol pun. Catatan tersebut memperlihatkan keseimbangan antara pertahanan kokoh dan lini serang yang berbahaya.

Keberhasilan itu menjadi bekal penting bagi Inggris sebelum tampil di Piala Dunia 2026. Format turnamen dengan 48 peserta juga membuka peluang baru bagi banyak negara, termasuk Inggris, untuk mengejar prestasi tertinggi.

Sejarah mencatat Inggris hanya mampu melewati babak perempat final sebanyak dua kali setelah menjadi juara pada 1966. Mereka mencapai semifinal pada 1990 dan 2018, tetapi belum berhasil kembali ke laga puncak.

Performa di Rusia delapan tahun lalu membangkitkan keyakinan publik Inggris terhadap kemampuan tim nasional. Hasil positif dalam kompetisi besar berikutnya semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama Eropa.


Tantangan Besar Menuju Gelar Dunia

Pelatih kepala timnas Inggris asal Jerman, Thomas Tuchel (kanan), berbicara kepada gelandang Inggris nomor 10, Jude Bellingham, saat ia bersiap memasuki lapangan dalam pertandingan persahabatan internasional antara Inggris dan Senegal di stadion City Ground, Nottingham, pada 10 Juni 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Inggris harus menghadapi persaingan ketat dari negara-negara kuat yang memiliki tradisi panjang di Piala Dunia 2026. Brasil, Jerman, Argentina, Prancis, dan Spanyol tetap menjadi ancaman dengan sejarah panjang di kompetisi ini.

Dari 22 edisi sebelumnya, gelar juara selalu menjadi milik negara Eropa atau Amerika Selatan. Argentina hadir sebagai juara bertahan, sementara para pesaing utama kembali membawa skuad penuh talenta.

Kualitas individu juga akan memegang peran besar sepanjang turnamen karena banyak bintang dunia siap tampil. Inggris memiliki pemain dengan kemampuan tinggi yang diyakini mampu memberi perlawanan dalam pertandingan besar.

Bagi Inggris, target utama sangat jelas, yaitu meraih trofi dunia kedua sepanjang sejarah mereka. Penantian selama puluhan tahun membuat Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan penting untuk menulis bab baru bagi sepak bola Inggris. Dengan keyakinan tinggi dan generasi berbakat, The Three Lions berharap tahun ini menjadi momen kejayaan mereka.

Sumber: The FA - Official Site

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya