Liputan6.com, Jakarta - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia bersama PT Administrasi Medika (AdMedika) berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi karyawan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia Didiet KS Radityo, penguatan ekosistem layanan kesehatan ini dilakukan melalui skema pelayanan Administration Services Only (ASO).
Advertisement
"Implementasi ASO ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh penerima manfaat, yaitu karyawan. Ini adalah mekanisme pengelolaan manfaat kesehatan, di mana pendanaan disediakan oleh perusahaan," ujar Didiet dalam keterangan diterima di Tangerang, melansir Antara, Kamis (11/6/2026).
Dia menjelaskan untuk pengimplementasian layanan ASO sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh karyawan dan keluarganya melalui sistem yang lebih mudah, cepat, transparan dan terintegrasi.
"Jadi, ini berbeda dengan konsep asuransi. Melalui mekanisme ini, kami dealing secara langsung dengan pihak rumah sakit. Namun secara administratif dikelola oleh AdMedika," ucap Didiet.
Jumlah Penerima Manfaat Kesehatan
Didiet mengatakan AirNav Indonesia saat ini memiliki total 4.758 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Namun secara aktual, lanjut dia, jumlah penerima manfaat kesehatan yang wajib dikelola oleh perusahaan berkisar antara 13 ribu hingga 14 ribu orang, terdiri dari karyawan, istri dan tiga anak.
"Ini yang secara mutlak harus diberikan layanan kesehatan secara maksimal oleh perusahaan, di mana pun mereka berada, agar karyawan senantiasa dapat mendukung keberlangsungan operasional perusahaan menjalankan layanan navigasi penerbangan selama 24 jam setiap hari," papar Didiet.
Menurut dia, tanpa mekanisme ASO, pada sejumlah kondisi dan situasi, karyawan harus mengeluarkan dana tunai secara pribadi untuk membayar jasa layanan kesehatan yang diterima dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya, untuk kemudian mengajukan penggantian biaya (reimburse) kepada perusahaan.
Layanan Aplikasi
Di mana, lanjut Didiet, pada sejumlah daerah, khususnya di wilayah terpencil, hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi karyawan karena mendapatkan uang tunai untuk jumlah tertentu, tidak semudah di kota-kota besar lain.
"Ini menjadi tidak efektif dan karyawan cukup kesulitan, karena mereka tidak setiap saat membawa dana tunai dengan jumlah tertentu setiap saat untuk membayar dokter atau membeli obat-obatan, apalagi dengan jumlah yang besar. Dengan ASO, karyawan tidak lagi harus melakukan pembayaran secara langsung," ucap dia.
Didiet menyebutkan, melalui mekanisme ASO, peserta dapat menikmati layanan kesehatan secara cashless di fasilitas kesehatan rekanan, didukung proses verifikasi yang lebih optimal serta layanan digital yang memudahkan akses kesehatan. Di sisi lain, pengelolaan dana kesehatan juga akan menjadi efisien.
"Karena perusahaan tidak harus membayar premi, seperti kerja sama dengan asuransi. Perusahaan hanya akan mengeluarkan dana kesehatan sesuai dengan kebutuhan karyawan," jelas Didiet.
Sementara itu, Direktur Utama AdMedika Dian Prambini menyampaikan, melalui layanan AdClaim dan aplikasi MyAdMedika, peserta dapat mengakses berbagai manfaat kesehatan, mulai dari layanan rawat jalan, rawat inap, reimbursement, hingga telemedicine.
"Peserta juga dapat mencari fasilitas kesehatan rekanan, memantau riwayat layanan kesehatan, dan mengelola kebutuhan kesehatan secara digital dalam satu platform," tandas Dian.