Citizen6, Banda Aceh: Membaca adalah membuka jendela dunia. Membaca merupakan proses awal memperluas cakrawala. Membaca membuat pelakonnya luwes dalam pergaulan. Banyak baca, banyak tahu. Banyak tahu, makin maju.
Ungkapan-ungkapan tersebut tepat sekali untuk menggambarkan antusiasme murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Setiap jam istirahat, perpustakaan sekolah itu selalu dipadati murid-muridnya meski terletak di daerah bebukitan. Walau berjarak lebih dari 20 Km dari Banda Aceh, pusat pemerintahan Provinsi paling ujung Barat zamrud khatulistiwa, hal itu sedikit pun tidak mengurangi semangat guru dan murid sekolah tersebut untuk menjadi baik, bahkan lebih baik lagi dari masa ke masa.
Demikianlah kesan yang dirasakan saat berada di lingkungan sekolah yang secara fisik cukup sederhana itu beberapa waktu lalu. Kesan positif tersebut semakin terasa saat mengunjungi perpustakaan sekolah mereka. Ruangan berukuran sedang itu berada di bagian belakang komplek sekolah. Beberapa rak buku berdiri tegak di bagian tengah dan pinggir kiri ruangan perpustakaan. Ratusan koleksi buku pelajaran dan bacaan edukatif lainnya tertata dengan baik di setiap rak.
Walau tidak ada kursi, tak membuat semangat anak-anak menurut. Dengan lesehan, mereka duduk melingkari beberapa meja berukuran empat persegi panjang yang terletak di bagian kanan perpustakaan. Sesekali, senyum riang mereka pecah ketika membaca cerita-cerita rakyat yang bernuansa lucu.
Ada juga yang membaca secara bergerombol di ruang depan pustaka. Satu diantara mereka bahkan bertindak sebagai pendongeng buat teman-teman yang mengerubutinya. Laiknya seorang pendongeng professional, intonasi dan mimiknya berubah-ubah sesuai dengan suasana kisah yang dituturkan.
Agar anak-anak mudah mengakses buku-buku yang dicari, pihak sekolah menyediakan seorang pustakawati di perpustakaan mereka. Tugas utamanya adalah mendampingi anak-anak selama mengakses sarana perpustakaan tersebut. Di samping itu, sang pustakawati juga "memprovokasi" anak-anak agar gemar membaca.
"Bahagia rasanya melihat antusiasme anak-anak saat memilah memilih buku yang akan mereka baca. Semoga kelak mereka menjadi lebih baik dari kita saat ini," ujar sang pustakawati alumni program studi kepustakaan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry itu dengan air muka bahagia. (mar)
Penulis
Ahmad Arif
Banda Aceh, banta_xxx@yahoo.com
Baca juga:
RUMAN, Rumah Baca dan Bimbel bagi Anak-anak Aceh
242 Siswa SDN di Garut Ikuti Perjusami
Mengelola Perpustakaan Sekolah bagi Calon Guru
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com
Mulai 16 Desember sampai 3 Januari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Resolusi 2014". Ada kado akhir tahun dari Liputan6.com, Dyslexis Cloth, dan penerbit dari Gramedia bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.
Ungkapan-ungkapan tersebut tepat sekali untuk menggambarkan antusiasme murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Setiap jam istirahat, perpustakaan sekolah itu selalu dipadati murid-muridnya meski terletak di daerah bebukitan. Walau berjarak lebih dari 20 Km dari Banda Aceh, pusat pemerintahan Provinsi paling ujung Barat zamrud khatulistiwa, hal itu sedikit pun tidak mengurangi semangat guru dan murid sekolah tersebut untuk menjadi baik, bahkan lebih baik lagi dari masa ke masa.
Demikianlah kesan yang dirasakan saat berada di lingkungan sekolah yang secara fisik cukup sederhana itu beberapa waktu lalu. Kesan positif tersebut semakin terasa saat mengunjungi perpustakaan sekolah mereka. Ruangan berukuran sedang itu berada di bagian belakang komplek sekolah. Beberapa rak buku berdiri tegak di bagian tengah dan pinggir kiri ruangan perpustakaan. Ratusan koleksi buku pelajaran dan bacaan edukatif lainnya tertata dengan baik di setiap rak.
Walau tidak ada kursi, tak membuat semangat anak-anak menurut. Dengan lesehan, mereka duduk melingkari beberapa meja berukuran empat persegi panjang yang terletak di bagian kanan perpustakaan. Sesekali, senyum riang mereka pecah ketika membaca cerita-cerita rakyat yang bernuansa lucu.
Ada juga yang membaca secara bergerombol di ruang depan pustaka. Satu diantara mereka bahkan bertindak sebagai pendongeng buat teman-teman yang mengerubutinya. Laiknya seorang pendongeng professional, intonasi dan mimiknya berubah-ubah sesuai dengan suasana kisah yang dituturkan.
Agar anak-anak mudah mengakses buku-buku yang dicari, pihak sekolah menyediakan seorang pustakawati di perpustakaan mereka. Tugas utamanya adalah mendampingi anak-anak selama mengakses sarana perpustakaan tersebut. Di samping itu, sang pustakawati juga "memprovokasi" anak-anak agar gemar membaca.
"Bahagia rasanya melihat antusiasme anak-anak saat memilah memilih buku yang akan mereka baca. Semoga kelak mereka menjadi lebih baik dari kita saat ini," ujar sang pustakawati alumni program studi kepustakaan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry itu dengan air muka bahagia. (mar)
Penulis
Ahmad Arif
Banda Aceh, banta_xxx@yahoo.com
Baca juga:
RUMAN, Rumah Baca dan Bimbel bagi Anak-anak Aceh
242 Siswa SDN di Garut Ikuti Perjusami
Mengelola Perpustakaan Sekolah bagi Calon Guru
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com
Mulai 16 Desember sampai 3 Januari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Resolusi 2014". Ada kado akhir tahun dari Liputan6.com, Dyslexis Cloth, dan penerbit dari Gramedia bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.