Liputan6.com, Purwokerto: Indonesia terkenal dengan kekayaan budaya tradisional. Namun sayang, banyak ciri khas budaya daerah yang dilupakan. Boleh jadi lantaran itu, sebanyak seribu pemain kentongan khas Banyumas, Jawa Tengah, baru-baru ini mencoba untuk mengangkat kembali salah satu kesenian tradisional yang mulai terlupakan itu. Pertunjukan kentongan massal di Lapangan Kompleks Universitas Muhammadiyah, Purwokerto, Jateng, ini masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MuRI) dengan kriteria sebagai pergelaran musik kentongan dengan jumlah pemain terbanyak.
Panitia penyelenggara mengaku untuk menyatukan berbagai kelompok dan menyelaraskan irama, berbagai kelompok ini berlatih selama lima bulan. Tujuan pelaksanaan acara seribu pemain kentongan itu adalah untuk lebih mengenalkan kesenian kentongan ke dunia internasional. Pasalnya dalam waktu dekat, beberapa kelompok kesenian kentongan asal Indonesia akan mengikuti Festival Bunga di Pasadena, Amerika Serikat.(YAN/Ardianto)
Panitia penyelenggara mengaku untuk menyatukan berbagai kelompok dan menyelaraskan irama, berbagai kelompok ini berlatih selama lima bulan. Tujuan pelaksanaan acara seribu pemain kentongan itu adalah untuk lebih mengenalkan kesenian kentongan ke dunia internasional. Pasalnya dalam waktu dekat, beberapa kelompok kesenian kentongan asal Indonesia akan mengikuti Festival Bunga di Pasadena, Amerika Serikat.(YAN/Ardianto)