Siapa Shakira dan Mengapa Ia Jadi Ikon Piala Dunia?

Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan Shakira di panggung pembukaan. Simak alasan penyanyi Kolombia ini menjadi ikon musik FIFA.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 10 Juni 2026, 15:02 WIB
Aksi Shakira saat tampil dalam upacara penutupan Piala Dunia 2014 di Stadion Macarana, Brasil, Senin (14/7/14). (AFP PHOTO/PEDRO UGARTE)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan dibuka dengan penampilan spesial dari Shakira di Stadion Azteca, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Penyanyi asal Kolombia itu akan membawakan lagu resmi turnamen berjudul Dai Dai bersama musisi Nigeria, Burna Boy.

Kehadiran Shakira menjadi perhatian karena hubungannya dengan Piala Dunia telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Ia menjadi salah satu artis yang paling identik dengan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Penampilan terbaru ini sekaligus menambah daftar keterlibatan Shakira dalam kampanye musik FIFA. Tidak banyak musisi yang mendapat kesempatan tampil dalam beberapa edisi Piala Dunia yang berbeda.


Perjalanan Shakira Menjadi Ikon Piala Dunia

Lagu Waka Waka mengiringi perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Lagu Piala Dunia yang paling banyak diputar sepanjang masa ini memiliki musik yang riang dan menyenangkan. Lagu ini sendiri dilantunkan oleh Shakira, yang merupakan mantan kekasih bek timnas Spanyol dan Barcelona, Gerard Pique. (AFP/Jewel Samad)

Shakira lahir dengan nama lengkap Shakira Isabel Mebarak Ripoll pada 1977 di Kolombia. Kariernya sebagai penyanyi, penulis lagu, penari, dan produser musik telah berlangsung lebih dari 30 tahun.

Ia dikenal lewat sejumlah lagu populer seperti Whenever, Wherever, Hips Don't Lie, She Wolf, La Tortura, dan Chantaje. Prestasinya mencakup empat Grammy Awards dan 15 Latin Grammy Awards.

Hubungan Shakira dengan Piala Dunia dimulai pada 2010 saat FIFA menunjuknya untuk membawakan lagu resmi turnamen di Afrika Selatan. Saat itu, ia berkolaborasi dengan grup Afro-fusion Afrika Selatan, Freshlyground, melalui lagu Waka Waka (This Time for Africa).

Lagu tersebut langsung menjadi fenomena global dan menduduki berbagai tangga lagu internasional. Shakira juga tampil pada upacara pembukaan dan penutupan turnamen sehingga lagu itu semakin melekat di ingatan penggemar sepak bola.

Hingga kini, Waka Waka masih dianggap sebagai salah satu lagu Piala Dunia paling ikonik sepanjang sejarah. Video musiknya yang menampilkan sejumlah bintang sepak bola dunia juga telah ditonton miliaran kali.


Kembali Hadir di Piala Dunia 2026

Seorang anggota Garda Nasional berfoto di instalasi FIFA Fan Fest Guadalajara di Plaza Liberacion dan Plaza de Armas di pusat kota Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Selasa 9 Juni 2026, menjelang pembukaan turnamen sepak bola Piala Dunia 2026. (Ulises RUIZ/AFP)

Kesuksesan Waka Waka membuat Shakira terus dikaitkan dengan FIFA. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, ia kembali hadir melalui lagu Dare (La La La) yang bertema sepak bola.

Kini, Shakira kembali dipercaya tampil pada pembukaan Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut memperkuat posisinya sebagai simbol budaya yang melekat dengan ajang sepak bola terbesar dunia.

Daya tarik Shakira terletak pada kemampuannya menjangkau berbagai budaya dan bahasa. Basis penggemarnya tersebar di Amerika Latin, Afrika, Eropa, Amerika Utara, hingga Timur Tengah.

Lagu terbaru Dai Dai diambil dari ungkapan bahasa Italia yang berarti "ayo" atau "mari kita mulai". Pesan itu dinilai selaras dengan semangat Piala Dunia yang mempertemukan tim dan suporter dari berbagai negara.

Penampilan Shakira juga akan melibatkan kelompok tari terkenal asal Uganda, Ghetto Kids. Para anggota grup tersebut mengaku antusias karena mendapat kesempatan tampil bersama salah satu bintang musik terbesar dunia dalam ajang olahraga yang ditonton miliaran orang.

Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Dengan format peserta yang lebih besar dan pertandingan yang lebih banyak, turnamen ini diperkirakan menjadi salah satu edisi terbesar dalam sejarah sepak bola.

Sumber: The Star

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya