Jelang Piala Dunia 2026, Declan Rice Malah Ragukan Kualitas Kobbie Mainoo

Declan Rice dilaporkan meragukan kemampuan bermain tanpa bola Kobbie Mainoo jelang Piala Dunia 2026. Simak rencana Michael Carrick memoles bintang muda MU ini!

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 10 Juni 2026, 11:07 WIB
Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kobbie Mainoo terus menjadi sorotan utama berkat penampilan impresifnya bersama Manchester United musim lalu. Gelandang muda ini perlahan mulai mengamankan posisi penting di lini tengah Setan Merah.

Perannya di bawah asuhan manajer Michael Carrick kini semakin krusial dalam menjaga keseimbangan permainan. Pemain berusia 21 tahun ini juga dituntut untuk mengambil tanggung jawab defensif yang jauh lebih besar.

Performa bertahannya menuai pujian khusus saat Manchester United meraih kemenangan tipis atas Chelsea pada bulan April lalu. Laga tersebut bahkan disebut sang manajer sebagai penampilan paling disiplin yang pernah Mainoo tunjukkan musim ini.

Namun, tantangan yang dihadapinya kini tidak hanya datang dari kompetisi ketat di level klub. Sang pemain harus membuktikan kapasitasnya di kancah internasional demi menembus skuad utama Inggris jelang Piala Dunia 2026.


Tanda Tanya Declan Rice soal Kinerja Tanpa Bola Mainoo

(Dari kiri ke kanan) Bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, gelandang Inggris #17 Curtis Jones, gelandang Inggris #10 Jude Bellingham, dan penyerang Inggris #11 Marcus Rashford, (dari kiri ke kanan) gelandang Inggris #04 Declan Rice, penyerang Inggris #09 Harry Kane, bek Inggris #23 Myles Lewis-Skelly, dan gelandang Inggris #07 Phil Foden, berpose untuk foto bersama sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Albania, di stadion Wembley di London, Sabtu dini hari WIB (22-3-2025). (Glyn KIRK/AFP)

Ambisi besar Kobbie Mainoo untuk menjadi pilihan utama di timnas Inggris di Piala Dunia 2026 rupanya masih menemui jalan terjal. Declan Rice dilaporkan menaruh keraguan terhadap kontribusi sang pemain muda saat berada di atas lapangan.

Bintang Arsenal tersebut menyoroti kinerja rekannya itu ketika sedang tidak menguasai jalannya bola. Kesalahan defensif yang sesekali masih dilakukan oleh penggawa Setan Merah ini terus menjadi bahan perbincangan hangat.

Kabar ini dilansir oleh media Inggris, The Sun. Media tersebut juga mengklaim Rice skeptis dengan produktivitas Mainoo tanpa bola.

Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi sang bintang muda jelang turnamen internasional akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.


MU Akan Contoh Strategi PSG

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo. (Oli Scarff/AFP)

Bos Manchester United Michael Carrick pun diklaim menyadari kekurangan tersebut. Carrick disebut langsung menyiapkan langkah taktis untuk memaksimalkan potensi anak asuhnya. Sang manajer mulai mencari inspirasi dari klub-klub raksasa benua Eropa untuk meningkatkan dominasi permainan timnya.

Manchester United secara khusus menjadikan trio gelandang PSG yang baru saja menjuarai Liga Champions sebagai tolok ukur. Kombinasi permainan Vitinha, Fabian Ruiz, dan Joao Neves dianggap sangat ideal untuk diaplikasikan ke skuad Setan Merah.

Lanjut Baca:

Carrick sendiri tetap berpegang teguh pada formasi favoritnya meski tim asal Prancis itu menggunakan skema taktik yang berbeda. Ia akan mempertahankan pola 4-2-3-1 dengan menempatkan Bruno Fernandes sebagai pengatur serangan utama di belakang ujung tombak. Perubahan taktik ini secara spesifik dirancang agar Mainoo lebih sering mengeksploitasi ruang kosong di pertahanan lawan. Setelah hanya mampu mencetak satu gol musim lalu, ia kini ditugaskan untuk bertransformasi menjadi gelandang dinamis yang mematikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya