Liputan6.com, Jakarta - Gelaran BRAVO 500 Summit 2026 yang diinisiasi oleh XLSmart for Business pada Kamis (11/6/2026) di Jakarta dipastikan akan tampil beda.
Selain mengundang 500 perusahaan lokal maupun global teratas dan puluhan pakar, forum tahun ini merombak total format diskusinya menjadi lebih spesifik, taktis, dan menyasar langsung pada pemecahan masalah di berbagai sektor industri horizontal.
Advertisement
Salah satu terobosan paling mencolok dalam agenda tahun ini adalah pembagian sesi breakout (diskusi kelompok) yang diklaim akan membedah studi kasus nyata dari lapangan.
Sesi ini dibagi menjadi dua gelombang utama, masing-masing berdurasi 45 menit, yang dirancang untuk menjawab tantangan spesifik sektor-sektor krusial.
Chief Enterprise Business XLSmart for Business, Feby Sallyanto, menjelaskan bahwa pada sesi breakout pertama, fokus akan diarahkan pada tiga sektor fundamental: pemerintahan, industri keuangan, dan sumber daya alam (SDA).
“Di setiap industri ini, data dan AI memainkan peran yang sangat penting. Pada sektor pemerintahan, kita akan membedah bagaimana menghasilkan analitik yang lebih cepat dan cerdas," Feby menguraikan di sela konferensi pers BRAVO 500 Summit 2026, Senin (8/6/2026) di Jakarta.
Sementara di sektor keuangan dan SDA, ia melanjutkan, diskusinya akan berfokus pada pemanfaatan data untuk keunggulan kompetitif serta penerapan kecerdasan prediktif guna menekan downtime produksi.
Inkubasi Teknologi
Namun, kejutan terbesar dalam BRAVO 500 Summit 2026 adalah masuknya sektor pendidikan secara aktif dalam radar transformasi, sebuah sektor yang absen pada gelaran tahun 2025. Langkah ini menandai pergeseran paradigma XLSmart dalam memandang dunia akademis.
Feby menegaskan, keterlibatan dunia pendidikan kali ini tidak lagi terjebak pada program-program normatif seperti sertifikasi, magang, atau lokakarya standar. XLSmart ingin melompat lebih jauh dengan membangun jembatan komersialisasi riset.
“Kami ingin hasil dari diskusi mereka di lingkungan kampus dapat diterjemahkan menjadi solusi yang disesuaikan dengan dunia nyata, dunia industri. Ada sebuah ide di laboratorium, kami menyebutnya inkubasi teknologi,” Feby memungkaskan.
Melalui strategi ini, ide inovatif yang lahir di laboratorium kampus akan diinkubasi bersama XLSmart, dicocokkan dengan kebutuhan mendesak industri, hingga akhirnya dinaikkan kelasnya menjadi produk komersial yang siap diadopsi pasar.
Rangkul Tiga Universitas
Sebagai bukti keseriusan, XLSmart akan melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis dengan tiga universitas papan atas Indonesia: Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dengan target kehadiran 2.200 delegasi, forum ini juga memperluas keterlibatan regulator dari berbagai kementerian, mulai dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Dalam Negeri.
Pendekatan holistik yang mengintegrasikan korporasi, regulator, dan poros akademis ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang mandiri, sekaligus menjawab rasa penasaran publik mengenai bagaimana implementasi AI yang sesungguhnya di industri Tanah Air.