Liputan6.com, Palangkaraya: Jalur selatan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terputus akibat banjir menyusul curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir. Kawasan yang terendam paling parah berdasarkan pemantauan SCTV, Sabtu (8/5), adalah di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulau Pisau, Kalteng.
Untuk bisa melintasi kawasan banjir setinggi satu meter, pengguna sepeda motor harus antre terlebih dahulu. Mereka saling bergantian menggunakan jasa perahu milik warga. Dinas Pekerjaan Umum Kalteng mengatakan, pihaknya telah menempatkan dua alat berat yang berfungsi menarik kendaraan yang terjebak banjir.
Banjir di jalur Trans Kalimantan khususnya di kawasan Tumbang Nusa hampir terjadi setiap tahun. Ini karena kawasan itu berdekatan dengan aliran Sungai Kahayan yang kerap meluap setiap musim hujan tiba.(YYT/Ririen Binti)
Untuk bisa melintasi kawasan banjir setinggi satu meter, pengguna sepeda motor harus antre terlebih dahulu. Mereka saling bergantian menggunakan jasa perahu milik warga. Dinas Pekerjaan Umum Kalteng mengatakan, pihaknya telah menempatkan dua alat berat yang berfungsi menarik kendaraan yang terjebak banjir.
Banjir di jalur Trans Kalimantan khususnya di kawasan Tumbang Nusa hampir terjadi setiap tahun. Ini karena kawasan itu berdekatan dengan aliran Sungai Kahayan yang kerap meluap setiap musim hujan tiba.(YYT/Ririen Binti)