Kylian Mbappe Akui Tak Pernah Menonton Ulang Final Piala Dunia 2022: Bisa Bangkitkan Setan

Kylian Mbappe mengaku tidak pernah menonton ulang final Piala Dunia 2022. Meski mencetak hat-trick, bintang Prancis itu masih menyimpan luka akibat kalah dari A

oleh Asad ArifinDiterbitkan 07 Juni 2026, 16:15 WIB
Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam Final Piala Dunia Argentina vs Prancis. (AP Photo/Christophe Ena)

Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe kembali mengenang salah satu malam paling bersejarah dalam kariernya menjelang Piala Dunia 2026. Namun, kenangan tersebut bukan hanya tentang hat-trick spektakuler yang ia cetak, melainkan juga rasa kecewa karena gagal membawa Timnas Prancis menjadi juara.

Final Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah sepak bola. Prancis dan Argentina bermain imbang 3-3 sebelum La Albiceleste akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti.

Pada laga tersebut, Mbappe mencatatkan pencapaian luar biasa dengan mencetak tiga gol di partai final. Meski demikian, penampilan gemilang itu tidak cukup untuk menghindarkan Les Bleus dari kekalahan.

Hingga kini, luka dari pertandingan tersebut rupanya belum sepenuhnya hilang. Kapten Timnas Prancis itu bahkan mengaku tidak pernah menonton ulang laga yang mempertemukan negaranya dengan Argentina tersebut.


Final Bersejarah yang Sulit Dilupakan

Pemain Prancis Kylian Mbappe (kanan) membawa penghargaan Sepatu Emas saat pemain Argentina Enzo Fernandez (kiri), Lionel Messi, dan penjaga gawang Emiliano Martinez memegang penghargaan mereka setelah Argentina mengalahkan Prancis pada pertandingan sepak bola final Piala Dunia 2022 di Lusail Stadion, Lusail, Qatar, 18 Desember 2022. Argentina menang 4-2 dalam adu penalti melawan Prancis setelah pertandingan berakhir imbang 3 -3. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Mbappe menilai final Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan yang memiliki kualitas luar biasa. Menurutnya, laga tersebut menghadirkan semua elemen yang membuat sepak bola dicintai jutaan orang di seluruh dunia.

Alur pertandingan yang terus berubah membuat duel di Doha berlangsung penuh ketegangan hingga menit terakhir. Drama tersebut semakin lengkap dengan adu penalti yang akhirnya menentukan pemenang.

"Final terbaik sepanjang masa? Saya rasa tidak ada yang bisa menandinginya dari sisi hiburan, pertarungan, dan alur pertandingan yang memiliki begitu banyak perubahan situasi," ujar Mbappe kepada Sorare.

"Pertandingan itu berakhir melalui adu penalti, cara yang paling kejam untuk menentukan pemenang bagi siapa pun," lanjut Mbappe.


Masih Menyimpan Luka Kekalahan

Penyerang Prancis #10, Kylian Mbappe, bereaksi setelah upayanya mencetak gol yang dianulir karena offside, selama pertandingan persahabatan antara Kolombia dan Prancis di Stadion Northwest di Landover, Maryland, pada 29 Maret 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Di balik pengakuannya mengenai kualitas pertandingan tersebut, Mbappe tidak menutupi kekecewaannya atas hasil akhir laga. Apalagi, final itu menghadirkan dua cerita besar yang sama-sama bersejarah.

Bagi Argentina, pertandingan tersebut menjadi momen Lionel Messi meraih gelar Piala Dunia pertamanya. Sementara bagi Prancis, laga itu merupakan kesempatan untuk mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi 2018.

"Itu adalah Piala Dunia pertama Lionel Messi atau gelar juara beruntun untuk Prancis, sehingga pertandingan itu bersejarah apa pun hasilnya," kata Mbappe.

"Apakah saya pernah menonton pertandingan itu lagi sejak saat itu? Tidak pernah! Saya pikir jika saya melakukannya, itu mungkin akan membangkitkan beberapa setan lama," tegas Mbappe.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya