Ganda Putra dan Campuran Selamatkan Wajah Indonesia

Prestasi tim bulutangkis Indonesia masih belum konsisten. Tim ganda putra dan campuran kerap menjadi andalan Indonesia di berbagai turnamen.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 18 Desember 2013, 07:00 WIB
Prestasi tim bulutangkis Indonesia masih belum konsisten. Tim ganda putra dan campuran kerap menjadi andalan Indonesia di berbagai turnamen.

Dulu bulutangkis Indonesia pernah menjadi primadona di negeri sendiri dan para atlet nasionalnya paling disegani di muka Bumi. Sebut saja nama-nama seperti Rudy Hartono, Iie Sumirat, Tjun Tjun, Johan Wahjudi, Liem Swie King, Christian Hadinata, Icuk Sugiarto, Lius Pongoh, Hastomo Arbi, Verawaty, Ivana Lie, Ardi B Wiranata, Alan Budikusuma, Hariyanto Arbi, dan Susi Susanti. Siapa pun yang bertemu Tim Indonesia kala itu ibarat masuk grup neraka. Berderet-deret nama pebulutangkis top dunia ada di Indonesia. Setelah era Alan Budikusuma dan Susi Susanti, prestasi bulutangkis Indonesia tak lagi stabil dan bahkan cenderung kian meredup. Alan dan Susi telah mematok prestasi tertinggi merebut medali emas di Olimpiade Barcelona 1992. Gita Wirjawan terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) di Yogyakarta 21 September 2012 menggantikan Djoko Santoso pada periode 2012-2016. Target membangkitkan kembali prestasi olahraga tepok bulu untuk mendongkrak peringkat dunia. Di ajang Olimpiade London 2012, Indonesia tak sanggup mempertahankan tradisi emas. Yang muncul justru aib bagi bulutangkis Indonesia karena kasus 'strategi menghindari lawan'. Ketika itu ganda putri Gresia Polii/ Meliana Jauhari terkena sanksi diskualifikasi karena dituduh sengaja mengalah pada pertarungan di fase Grup C. Gresia dan Meliana dianggap ogah bertemu dengan pasangan kuat China Wang Xiaoli/Yu Yang di babak perempatfinal. Gita memprioritaskan raihan prestasi pada 4 turnamen besar: All England, Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, dan SEA Games 2013 Myanmar. Target ini diikuti dengan langkah penyederhanaan struktur organisasi PBSI. Selain itu, sang ketua umum juga meminta Rexy Ronald Mainaky yang berada di Filipina sejak 2012 untuk menjadi kepala bidang pembinaan dan prestasi di PBSI. Mantan juara ganda putra dunia dan All England yang berpasangan dengan Ricky Subagja itu akhirnya menyanggupi dan berkonsentrasi di Pelatnas Bulutangkis Cipayung. Ada yang juga menarik. Gita membuka kran sponsor untuk para atlet untuk memotivasi para atlet. PBSI bahkan mempersilakan para atlet untuk melakukan negosiasi langsung dengan pihak sponsor dengan cara lelang. Bagaimana prestasi para pebulutangkis Indonesia sepanjang 2013? Inilah catatan jejak prestasi atlet bulutangkis Indonesia sepanjang 2013:

Lanjut Baca:

1. MAYBANK Malaysia Open 2013: Pasangan Baru Jadi JuaraHendra Setiawan ditinggalkan pasangannya di ganda putra Markis Kido. Di sisi lain pasangan ganda yang lain Mohammad Ahsan juga sedang 'jomblo' akibat dipisahkan dengan pasangannya Bona Septano di Pelatnas Cipayung. Alasan 'menceraikan' mereka karena tak lagi berprestasi. Alhasil, Hendra yang kembali ke Cipayung dipasangkan dengan Ahsan. Tak dinyana, pasangan ganda putra Hendra/Ahsan sangat ganas di lapangan. Bulan September 2012 menjadi peristiwa bersejarah bagi pasangan baru Hendra/Ahsan. Pada laga perdana mereka di turnamen Superseries MAYBANK Malaysia Open yang digelar 15-20 Januari 2013, pasangan ini langsung melesat. Gelar juara pun mereka rebut. Di babak final, pasangan Hendra/Ahsan sukses menaklukkan unggulan keenam asal Korea Selatan Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun dengan poin 21-15 dan 21-13. Sementara di partai tunggal putra, andalan Indonesia Sony Dwi Kuncoro bertekuk lutut di tangan pebulutangkis asal Malaysia Lee Chong Wei. (Vin)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya