Liputan6.com, Banyumas: Kebakaran hebat terjadi di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ahad (2/5) malam. Ratusan kios di sana hangus terbakar. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejauh ini, Kepolisian Resor Banyumas masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Kebakaran di pasar tradisional terbesar di Purwokerto ini pertama kali diketahui seorang penjaga malam yang tengah ronda. Api berasal dari Blok C pasar yang terletak di belakang pintu gerbang pasar. Si jago merah makin besar dan menyebar ke blok lain.
Kondisi ini membuat tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupatan Banyumas tak mampu mengatasi keadaan. Api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian, setelah mendapat bantuan mobil pemadam kebakaran dari daerah sekitarnya, seperti Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.
Kebakaran juga terjadi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Ahad malam. Dua tempat perbelanjaan yakni Toko Mirota Batik dan Toko Gordyn hangus dalam kejadian ini. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian ditaksir miliaran rupiah. Kebakaran ini berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ribuan warga dan wisatawan yang kebetulan sedang menghabiskan malam liburan di kawasan Malioboro, langsung ke sana.
Menurut seorang saksi mata, sebelum kebakaran terjadi sempat terdengar suara ledakan hebat. Diduga ledakan itu berasal dari genset dari sebuah toko yang kemudian disusul munculnya kobaran api. Si jago merah terus membesar dan melalap bangunan di sekitarnya. Aparat pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena banyak wisatawan yang menjadikan kebakaran sebagai tontonan. Api baru bisa dipadamkan sekitar lima jam kemudian.
Sementara itu di Jakarta, kebakaran terjadi di kompleks pertokoan Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Senin dini hari. Sepuluh tokoh ludes terbakar dalam kejadian ini. Meski tak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kini, pihak polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran [baca: Sepuluh Toko di Pertokoan Kramatjati Terbakar]. Dari dugaan sementara, api diperkirakan berasal dari hubungan pendek arus listrik.
Para pedagang setempat umumnya masih belum tahu kapan akan beraktivitas kembali. Sebagian masih sibuk menghitung kerugian yang dialami. Namun, mereka berharap bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali lokasi kebakaran.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Kebakaran di pasar tradisional terbesar di Purwokerto ini pertama kali diketahui seorang penjaga malam yang tengah ronda. Api berasal dari Blok C pasar yang terletak di belakang pintu gerbang pasar. Si jago merah makin besar dan menyebar ke blok lain.
Kondisi ini membuat tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupatan Banyumas tak mampu mengatasi keadaan. Api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian, setelah mendapat bantuan mobil pemadam kebakaran dari daerah sekitarnya, seperti Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.
Kebakaran juga terjadi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Ahad malam. Dua tempat perbelanjaan yakni Toko Mirota Batik dan Toko Gordyn hangus dalam kejadian ini. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian ditaksir miliaran rupiah. Kebakaran ini berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ribuan warga dan wisatawan yang kebetulan sedang menghabiskan malam liburan di kawasan Malioboro, langsung ke sana.
Menurut seorang saksi mata, sebelum kebakaran terjadi sempat terdengar suara ledakan hebat. Diduga ledakan itu berasal dari genset dari sebuah toko yang kemudian disusul munculnya kobaran api. Si jago merah terus membesar dan melalap bangunan di sekitarnya. Aparat pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena banyak wisatawan yang menjadikan kebakaran sebagai tontonan. Api baru bisa dipadamkan sekitar lima jam kemudian.
Sementara itu di Jakarta, kebakaran terjadi di kompleks pertokoan Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Senin dini hari. Sepuluh tokoh ludes terbakar dalam kejadian ini. Meski tak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kini, pihak polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran [baca: Sepuluh Toko di Pertokoan Kramatjati Terbakar]. Dari dugaan sementara, api diperkirakan berasal dari hubungan pendek arus listrik.
Para pedagang setempat umumnya masih belum tahu kapan akan beraktivitas kembali. Sebagian masih sibuk menghitung kerugian yang dialami. Namun, mereka berharap bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali lokasi kebakaran.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)