Lamine Yamal Sabet Gelar Pemain Terbaik Liga Spanyol 2025/2026

Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Spanyol musim Ini.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 06 Juni 2026, 15:40 WIB
Selebrasi Lamine Yamal dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di Liga Spanyol 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona kembali menunjukkan dominasinya di kompetisi domestik setelah para pemain dan pelatih mereka memborong penghargaan individu La Liga musim 2025/2026. Bintang muda Lamine Yamal dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Musim Ini, sementara kiper Joan Garcia meraih penghargaan Penyelamatan Terbaik Musim Ini.

Prestasi tersebut melengkapi musim gemilang Blaugrana yang sukses mengakhiri kompetisi di puncak klasemen dengan raihan 94 poin di bawah arahan pelatih Hansi Flick.

Lamine Yamal kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu talenta paling bersinar di sepak bola dunia. Meski masih berusia 18 tahun, pemain jebolan akademi La Masia itu menjadi motor utama permainan Barcelona sepanjang musim.


Musim Luar Biasa Lamine Yamal

Pertemuan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di internet selain keberhasilan Barcelona mengunci gelar Liga Spanyol setelah menang 2-0 atas Real Madrid. Momen itu disebut-sebut sebagai pertemuan dua ikon Gen Z. (AFP/Josep Lago)

Bermain sebagai winger, Yamal tampil konsisten dengan mencetak 16 gol dan menyumbang 11 assist di ajang La Liga. Kontribusi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam keberhasilan Barcelona merebut gelar juara.

Penghargaan Pemain Terbaik La Liga yang diterimanya menjadi bukti atas performa impresif yang ia tunjukkan sepanjang musim. Selain itu, Yamal juga berbagi Trofi Zarra bersama rekan setimnya, Ferran Torres.

Keberhasilan Yamal melanjutkan tradisi pemain Barcelona yang meraih penghargaan individu tertinggi di La Liga. Pada musim sebelumnya, penghargaan serupa berhasil diraih oleh Raphinha.

Dalam pernyataan resminya, Barcelona memuji kontribusi besar sang pemain muda yang dinilai selalu menghadirkan ancaman bagi lini pertahanan lawan.

Kemampuan menggiring bola, menciptakan peluang, hingga mencetak gol membuat Yamal menjadi salah satu pemain yang paling sulit dihentikan di kompetisi musim ini. Setiap pertandingan seolah menjadi panggung baginya untuk menunjukkan kualitas luar biasa yang dimiliki.


Hansi Flick Kembali Jadi Pelatih Terbaik

Pelatih kepala Barcelona, Hansi Flick, mengangkat trofinya ke langit sambil merayakan kemenangan setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 untuk menjuarai liga sepak bola Spanyol (La Liga) dengan tiga pertandingan tersisa, di Barcelona, Spanyol, Minggu, 10 Mei 2026. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Kesuksesan Barcelona musim ini juga tidak lepas dari tangan dingin Hansi Flick. Pelatih asal Jerman tersebut kembali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik La Liga.

Ini merupakan penghargaan kedua secara beruntun yang diraih Flick setelah sukses membawa Barcelona kembali mendominasi sepak bola Spanyol. Di bawah kepemimpinannya, Blaugrana tampil konsisten sepanjang musim dan mampu unggul dalam persaingan perebutan gelar juara.

Keberhasilan meraih 94 poin menjadi bukti efektivitas strategi yang diterapkan mantan pelatih tim nasional Jerman tersebut.


Joan Garcia Menangkan Penghargaan Penyelamatan Terbaik

Kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan lima penyelamatan saat timnya bersua Villarreal pada laga pekan ke-17 La Liga di Estadio de la Ceramica, Minggu (21/12/2025) malam WIB. Berkat kontribusi Garcia, Barca menang 2-0 atas Villarreal. (AFP/Jose Jordan)

Tidak hanya sektor serang yang mendapat sorotan, lini pertahanan Barcelona juga memperoleh pengakuan melalui penampilan gemilang Joan Garcia.

Penjaga gawang yang tampil impresif sepanjang musim itu dinobatkan sebagai pemilik Penyelamatan Terbaik La Liga 2025/2026. Aksi yang mengantarkannya meraih penghargaan tersebut terjadi dalam laga derby melawan Espanyol di Stadion Cornella.

Saat menghadapi sundulan Pere Milla, Garcia melakukan penyelamatan spektakuler dengan satu tangan yang sukses menggagalkan peluang emas lawan. Momen tersebut kemudian dipilih sebagai penyelamatan terbaik sepanjang musim.

Penampilan heroik Garcia dalam pertandingan tersebut menjadi gambaran dari konsistensinya sepanjang kompetisi. Selain penghargaan save terbaik, ia juga berhasil meraih Trofi Zamora sebagai kiper terbaik La Liga setelah hanya kebobolan 21 gol sepanjang musim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya