Liputan6.com, Medan - PT PLN (Persero) bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pascacuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang menghantam wilayah tersebut pada Kamis (4/6/2026) malam, pukul 20.03 WIB.
Cuaca buruk tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada 12 tower transmisi di dua jalur utama. Di jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk, tower T18, T19, dan T20 dilaporkan roboh, sementara tower T17 dan T21 mengalami bengkok.
Advertisement
Kerusakan serupa juga terjadi pada jalur SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan, di mana tower T77 hingga T82 roboh, serta tower T76 mengalami kondisi bengkok. Akibat gangguan struktural massal ini, pasokan listrik di sebagian wilayah Sumatera Utara sempat terdampak.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Darma Saputra, menjelaskan bahwa tim di lapangan langsung mengambil langkah taktis tak lama setelah kejadian untuk meminimalisir durasi padam di masyarakat.
"Melalui manuver sistem dan upaya pemulihan yang dilakukan secara intensif, pasokan listrik berhasil kami pulihkan secara bertahap pada dini hari tadi, tepatnya pukul 02.38 WIB," ujar Darma Saputra dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).
Saat ini, PLN telah mengerahkan seluruh personel gabungan beserta peralatan berat ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat. Salah satu fokus utama tim teknis saat ini adalah melakukan pemasangan Tower Emergency (TE), guna mempercepat normalisasi jaringan transmisi yang rusak.
Sebagai langkah antisipasi selama proses perbaikan struktural tower berlangsung, PLN akan memberlakukan manajemen beban di sebagian wilayah Sumatera Utara. Langkah ini diambil demi menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan agar tidak terjadi gangguan susulan.
Pihak PLN berkomitmen penuh untuk menyelesaikan perbaikan darurat ini secepat mungkin dan berjanji akan terus memberikan informasi perkembangan penanganan secara berkala kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Lampu Stadion Mati
Sebelumnya, laga babak penyisihan Piala AFF U-19 yang mempertemukan Timnas Indonesia kontra Timor Leste di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Kamis (4/6/2026), sempat diwarnai drama tak terduga.
Pertandingan krusial bagi skuad Garuda Muda ini terpaksa dihentikan sementara setelah aliran listrik di stadion tiba-tiba mati total.
Insiden tersebut terjadi secara mengejutkan saat laga baru berjalan tiga menit. Stadion yang mendadak gelap gulita memaksa wasit mengambil keputusan cepat untuk menghentikan permainan demi menjaga keselamatan para pemain di lapangan.
Beruntung, kepanikan tidak berlangsung lama. Tim teknis stadion bergerak cepat dan sigap mengatasi gangguan tersebut.
Setelah sempat terhenti selama sembilan menit, aliran listrik akhirnya kembali pulih normal pada menit ke-12, dan laga panas ini pun dapat kembali dilanjutkan.
Merespons insiden tersebut, PT PLN UID Sumatera Utara langsung memberikan penjelasan. Manajer Komunikasi PLN UID Sumut, Darma Saputra, mengungkapkan bahwa gangguan listrik disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Medan dan sebagian Kabupaten Deli Serdang.
Saat laga berlangsung, kawasan stadion memang diguyur hujan deras yang disertai angin kencang serta sambaran petir.
"Di beberapa wilayah juga ditemui pohon tumbang serta papan reklame yang terlepas, sehingga menyebabkan terganggunya pasokan listrik," ujar Darma Saputra, Kamis (4/6/2026).
Meski harus bertarung dengan cuaca buruk, tim teknis PLN yang sudah bersiaga di lokasi langsung melakukan penormalan jaringan. Darma mengonfirmasi bahwa pasokan listrik berhasil dipulihkan dalam waktu yang relatif singkat.
"Petugas PLN yang bersiaga dengan sigap telah melakukan penormalan dan listrik menyala kurang dari 5 menit," tambah Darma.
Berkaca dari insiden ini dan cuaca ekstrem yang masih mengintai, PT PLN UID Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan.