Liputan6.com, Samarinda: Banjir di Samarinda, Kalimantan Timur, sudah surut, Jumat (23/4). Meski begitu, sejumlah kawasan masih terendam banjir, seperti di Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, Samarinda Utara, dan Sungai Kujang. Permukiman yang masih terendam di antaranya di Jalan Gelatik, belakang Pasar Segiri, dan Perumahan Nasional Juanda. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 90 cm.
Akibat banjir, kegiatan warga praktis lumpuh total. Warga hanya berdiam di rumah sambil membersihkan tempat tinggalnya. Mereka memilih bertahan di rumah karena biasanya banjir cepat surut. Menurut warga, banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun. Penyebabnya antara lain sistem drainase yang buruk. Hutan yang gundul di Hulu Sungai Mahakam juga diduga menjadi faktor penyebab datangnya air bah. Sejauh ini, Pemerintah Kota Samarinda belum melakukan tindakan apa pun untuk mengatasi banjir ini.
Sebelumnya, ribuan warga memblokir Jalan Simpang Empat, Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu. Aksi ini sebagai bentuk protes atas musibah banjir yang merendam permukiman mereka sejak beberapa hari silam [baca: Warga Korban Banjir Samarinda Blokir Jalan]. Warga menuding banjir disebabkan pembangunan berbagai perumahan di sekitarnya. Karena itulah, Pemkot Samarinda diminta segera mengambil tindakan konkret untuk mencegah banjir.(TNA/Polmart Aritonang)
Akibat banjir, kegiatan warga praktis lumpuh total. Warga hanya berdiam di rumah sambil membersihkan tempat tinggalnya. Mereka memilih bertahan di rumah karena biasanya banjir cepat surut. Menurut warga, banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun. Penyebabnya antara lain sistem drainase yang buruk. Hutan yang gundul di Hulu Sungai Mahakam juga diduga menjadi faktor penyebab datangnya air bah. Sejauh ini, Pemerintah Kota Samarinda belum melakukan tindakan apa pun untuk mengatasi banjir ini.
Sebelumnya, ribuan warga memblokir Jalan Simpang Empat, Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu. Aksi ini sebagai bentuk protes atas musibah banjir yang merendam permukiman mereka sejak beberapa hari silam [baca: Warga Korban Banjir Samarinda Blokir Jalan]. Warga menuding banjir disebabkan pembangunan berbagai perumahan di sekitarnya. Karena itulah, Pemkot Samarinda diminta segera mengambil tindakan konkret untuk mencegah banjir.(TNA/Polmart Aritonang)