Gubernur BI: Mohon Jangan Panik

"Saya ingin semua jangan panik semua, tetap tenang ketika melihat rupiah menyentuh Rp 12 ribu," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo.

oleh Dian Ihsan SiregarDiterbitkan 29 November 2013, 15:41 WIB
Bank Indonesia (BI) mengimbau pelaku usaha dan masyarakat tak panik dan menjalankan aktivitas seperti biasa meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerka Serikat (AS) sempat menyentuh 12 ribu.

Gubernur BI Agus Martowardojo ketika ditemui di area perkantoran Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/11/2013) mengatakan pelemahan kali ini dipicu pengaruh dari kondisi global dan domestik. Keadaan ekonomi global dan Indonesia yang belum membaik diakui berimbas kepada pelemahan nilai tukar rupiah.

"Saya ingin semua jangan panik semua, tetap tenang ketika melihat rupiah menyentuh Rp 12 ribu. Untuk itu jangan panik dan menjalankan kegiatan seperti apa adanya," ujarnya.

Agus menjelaskan, ekonomi negara maju seperti Jepang dan AS dalam beberapa bulan terakhir memang tengah membaik. Krisis yang selama ini melilit Negeri Paman Sam diakui telah mulai berkurang. Tak hanya itu, perekonomian negara-negara di Eropa juga sudah mulai memasuk masa-masa berakhir masa krisisnya.

Berakhirnya krisis yang terjadi di AS dan Eropa pada akhirnya berdampak positif bagi negara-negara maju.

Kondisi terbalik justru terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang mengalami tekanan pada laju pertumbuhan ekonominya.

Menurut Agus, laju rupiah juga makin tertekan setelah banyak investor atau pengelola keuangan yang melakukan perubahan posisi jelang akhir tahun. Meski bank sentral optimistis perubahan yang terjadi hanya bersifat sementara sehingga dampaknya tidak terlalu banyak bagi Indonesia.

"Saya katakan kembali mohon jangan panik, karena suatu kondisi yang terjadi saat ini tercermin pada fundamental ekonomi kita. Kalau rupiah lemah, berarti masih selaras dengan nilai tukar dari regional kita," tutupnya. (Dis/Shd)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya