Liputan6.com, Surabaya: Beberapa orang saksi mata dan penumpang menjelaskan bahwa peristiwa anjloknya Kereta Api Ekonomi Kertajaya, Kamis (25/3), adalah akibat kelalaian masinis. Mereka sepakat, peristiwa itu terjadi akibat masinis KA Kertajaya, Yusuf tidak melihat sinyal sehingga salah masuk jalur. Namun pihak PT Kereta Api Indonesia membantah keterangan para saksi mata. Menurut Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VIII Surabaya, Sudarsono, masinis sudah menjalankan kereta sesuai prosedur pada saat musibah di Desa Raci, dekat Terminal Benowo, Jalan Benowo Tandes, Surabaya, Jawa Timur.
Saksi mata dan penumpang mengatakan, KA Kertajaya saat itu melaju dengan kecepatan tinggi. Namun karena ada Kereta Rel Diesel (KRD) jurusan Bojonegoro-Surabaya hendak keluar di jalur yang sama, masinis mengerem mendadak. "Sama-sama masuknya, begitu masuk 200 meter, tiba-tiba berhenti," tutur Ibrahim, warga setempat. Saksi menambahkan, saat itu KRD jurusan Bojonegoro-Surabaya tengah menurunkan penumpang. Karena menghindari tabrakan, masinis mencoba menghentikan laju kereta. Akibatnya lokomotif beserta enam gerbong dari 13 gerbong, terbalik. Nahasnya, seorang penumpang terjepit di antara gerbong [baca: Kasus Anjloknya KA Kertajaya Menewaskan Seorang Penumpang ]. Nyawa korban tak tertolong lagi setelah Tim SAR gabungan terpaksa mengamputasi kaki Fakih.
Kesaksian berbeda disampaikan Sudarsono. Menurut dia, kecelakaan tersebut bukan karena kelalaian masinis. Kecelakaan terjadi akibat Yusuf menghindarkan tabrakan dengan kereta lain. Namun pihak PT KAI tidak menutup kemungkinan lain dan akan menyelidiki penyebab pasti musibah tersebut.
Sudarsono mengatakan, evakuasi gerbong yang anjlok baru bisa dilakukan Jumat siang nanti. Hal itu lantaran mesti menunggu peralatan berat yang didatangkan dari Semarang, Jawa Tengah. Akibat kecelakaan tersebut, kereta api dari jalur utara, dialihkan ke jalur selatan.(YAN/Benny Christian dan Winanto Nugroho)
Saksi mata dan penumpang mengatakan, KA Kertajaya saat itu melaju dengan kecepatan tinggi. Namun karena ada Kereta Rel Diesel (KRD) jurusan Bojonegoro-Surabaya hendak keluar di jalur yang sama, masinis mengerem mendadak. "Sama-sama masuknya, begitu masuk 200 meter, tiba-tiba berhenti," tutur Ibrahim, warga setempat. Saksi menambahkan, saat itu KRD jurusan Bojonegoro-Surabaya tengah menurunkan penumpang. Karena menghindari tabrakan, masinis mencoba menghentikan laju kereta. Akibatnya lokomotif beserta enam gerbong dari 13 gerbong, terbalik. Nahasnya, seorang penumpang terjepit di antara gerbong [baca: Kasus Anjloknya KA Kertajaya Menewaskan Seorang Penumpang ]. Nyawa korban tak tertolong lagi setelah Tim SAR gabungan terpaksa mengamputasi kaki Fakih.
Kesaksian berbeda disampaikan Sudarsono. Menurut dia, kecelakaan tersebut bukan karena kelalaian masinis. Kecelakaan terjadi akibat Yusuf menghindarkan tabrakan dengan kereta lain. Namun pihak PT KAI tidak menutup kemungkinan lain dan akan menyelidiki penyebab pasti musibah tersebut.
Sudarsono mengatakan, evakuasi gerbong yang anjlok baru bisa dilakukan Jumat siang nanti. Hal itu lantaran mesti menunggu peralatan berat yang didatangkan dari Semarang, Jawa Tengah. Akibat kecelakaan tersebut, kereta api dari jalur utara, dialihkan ke jalur selatan.(YAN/Benny Christian dan Winanto Nugroho)