Harapan gelandang kawakan Australia Mark Bresciano untuk tampil di putaran final Piala Dunia (PD) 2014 di Brasil, Juni-Juli mendatang, terancam kandas di tengah jalan. Bresciano, 33 tahun, dijatuhi skorsing selama empat bulan dan denda 1,8 juta dolar AS menyusul proses transfernya ke Al Gharafa yang dinilai FIFA sebagai tindakan yang ilegal atau menyalahi aturan yang berlaku.
Bresciano yang sempat memperkuat Lazio di musim 2010-2011 memutuskan melanjutkan kariernya di Uni Emirat Arab (UEA) dengan bergabung bersama Al Nasr (Dubai) pada 9 Agustus 2011 dengan fee 5,4 juta dolar AS. Saat itu, Bresciano menandatangani kontrak berdurasi tiga musim. Baru setahun dijalani, Bresciano hengkang ke Al Gharafa, klub penghuni Liga Bintang Qatar. Kabarnya, Bresciano telah membayar lunas sisa kontraknya selama dua musim. Itulah sebabnya, Bresciano berani menandatangani kontrak tiga tahun bersama Al Gharafa.
Namun, FIFA menilai lain. Bresciano dan Al Gharafa bersalah dalam proses tersebut. Walhasil, klub berlogo cheetah tersebut diganjar sanksi yang lebih berat, yaitu tidak diizinkan melakukan proses transfer selama setahun. Sesuai dengan keputusannya, FIFA menginstruksikan Bresciano membayarkan dendanya pada Al Nasr.
Menyikapi skorsing tersebut, Al Gharafa memberi konfirmasi bakal melakukan upaya naik banding atas putusan FIFA ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Klub Jassim Al Mansouri.
"Kasus ini bukanlah kasus yang unik. Banyak preseden sebelumnya yang terjadi. Kami sendiri bukanlah bagian dari kasus ini. Sebab, sebelum bergabung dengan kami, pemain yang bersangkutan (Bresciano) telah memutus kontraknya dengan klub sebelumnya (Al Nasr). Karenanya, kami akan membawa kasus ini ke CAS," tegas Al Mansouri.
Sementara itu, melalui juru bicaranya, Federasi Sepakbola Australia (FFA) menyatakan dukungannya dan akan membantu proses hukum Bresciano yang masih diizinkan bermain bersama Socceroos di laga persahabatan internasional melawan Kosta Rika di Sydney, Selasa, 19 November. Partai ini menjadi debut pelatih baru Ange Postecoglou.
Meskipun usianya bakal kian menua, 34 tahun pada Juni mendatang, sosok Bresciano masih sangat dibutuhkan Australia. Selain dikenal dengan kreativitasnya di lini tengah, faktor pengalaman Bresciano yang lebih dari satu dekade bermain di Serie A Italia, membuatnya menjadi pemain kunci Socceroos.(*)
Bresciano yang sempat memperkuat Lazio di musim 2010-2011 memutuskan melanjutkan kariernya di Uni Emirat Arab (UEA) dengan bergabung bersama Al Nasr (Dubai) pada 9 Agustus 2011 dengan fee 5,4 juta dolar AS. Saat itu, Bresciano menandatangani kontrak berdurasi tiga musim. Baru setahun dijalani, Bresciano hengkang ke Al Gharafa, klub penghuni Liga Bintang Qatar. Kabarnya, Bresciano telah membayar lunas sisa kontraknya selama dua musim. Itulah sebabnya, Bresciano berani menandatangani kontrak tiga tahun bersama Al Gharafa.
Namun, FIFA menilai lain. Bresciano dan Al Gharafa bersalah dalam proses tersebut. Walhasil, klub berlogo cheetah tersebut diganjar sanksi yang lebih berat, yaitu tidak diizinkan melakukan proses transfer selama setahun. Sesuai dengan keputusannya, FIFA menginstruksikan Bresciano membayarkan dendanya pada Al Nasr.
Menyikapi skorsing tersebut, Al Gharafa memberi konfirmasi bakal melakukan upaya naik banding atas putusan FIFA ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Klub Jassim Al Mansouri.
"Kasus ini bukanlah kasus yang unik. Banyak preseden sebelumnya yang terjadi. Kami sendiri bukanlah bagian dari kasus ini. Sebab, sebelum bergabung dengan kami, pemain yang bersangkutan (Bresciano) telah memutus kontraknya dengan klub sebelumnya (Al Nasr). Karenanya, kami akan membawa kasus ini ke CAS," tegas Al Mansouri.
Sementara itu, melalui juru bicaranya, Federasi Sepakbola Australia (FFA) menyatakan dukungannya dan akan membantu proses hukum Bresciano yang masih diizinkan bermain bersama Socceroos di laga persahabatan internasional melawan Kosta Rika di Sydney, Selasa, 19 November. Partai ini menjadi debut pelatih baru Ange Postecoglou.
Meskipun usianya bakal kian menua, 34 tahun pada Juni mendatang, sosok Bresciano masih sangat dibutuhkan Australia. Selain dikenal dengan kreativitasnya di lini tengah, faktor pengalaman Bresciano yang lebih dari satu dekade bermain di Serie A Italia, membuatnya menjadi pemain kunci Socceroos.(*)