Dua Dekade Tragedi Lumpur Lapindo

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 29 Mei 2026, 16:15 WIB
Dua Dekade Tragedi Lumpur Lapindo
Dua dekade berlalu semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo masih terus mengalir hingga hari ini, Jumat 29 Mei 2026. Lumpur panas yang menyembur dari pengeboran PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, meninggalkan jejak kerusakan lingkungan dan sosial yang mendalam. Setidaknya 11 desa di tiga kecamatan (Porong, Jabon, dan Tanggulangin) tenggelam dan memaksa ribuan warga harus direlokasi. Material lumpur yang terus menyembur selama dua dekade, mengubah wilayah yang dulunya pemukiman padat dan pusat ekonomi (seperti Pasar Porong) menjadi hamparan kolam penampungan lumpur yang luas.
Asap mengepul dari kawah "gunung lumpur" yang disebabkan oleh kecelakaan eksplorasi gas pada tahun 2006, di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2026. (AP Photo/Trisnadi)
Asap mengepul dari kawah "gunung lumpur" yang disebabkan oleh kecelakaan eksplorasi gas pada tahun 2006, di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2026. (AP Photo/Trisnadi)
Rumah-rumah dan masjid yang terbengkalai terlihat di dekat tanggul yang dibangun untuk menahan lumpur panas yang telah mengalir sejak kecelakaan eksplorasi gas terjadi pada tahun 2006, di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2026. (AP Photo/Trisnadi)
Warga menaburkan bunga untuk memperingati 20 tahun sejak kecelakaan eksplorasi gas memicu aliran lumpur yang menenggelamkan lebih dari selusin desa dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi secara permanen, di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2026. (AP Photo/Trisnadi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya