Jefri Belum Dipecat, Guru Mengancam Boikot Pemilu

Dalam pernyataan sikap di depan Wagub Riau Wan Abu Bakar, para guru mengancam kembali berunjuk rasa sekaligus mogok mengajar jika sampai 6 Maret 2004, Mendagri tak juga mengeluarkan surat pemecatan Jefri.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Maret 2004, 01:32 WIB
Liputan6.com, Kampar: Kabupaten Kampar di Riau ternyata belum benar-benar aman dari demonstrasi guru menyangkut kasus yang berkaitan dengan Jefri Noer, bupati setempat. Jumat (5/3) siang, sekitar 100 guru mendatangi Gedung DPRD Kampar dan Kantor Gubernur Riau. Mereka memprotes proses pemecatan Bupati Jefri Noer yang lamban.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di depan Wakil Gubernur Riau Wan Abu Bakar, mereka juga mengancam kembali berunjuk rasa sekaligus mogok mengajar jika sampai 6 Maret 2004, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno tak kunjung mengeluarkan surat pemecatan Jefri. Bahkan, demonstran juga mengancam tak mengikuti Pemilihan Umum 2004 jika proses pemecatan masih berlarut-larut.

Konflik antara guru dan Bupati Kampar berawal ketika Jefri Noer mengusir Kepala Sekolah SMUN 2 Air Tiris, Abdul Latif Hasyim, saat acara dialog antara bupati dan seluruh guru, awal Februari silam. Pengusiran ini memicu demonstrasi ribuan murid dan guru hingga DPRD Kampar menyetujui pemecatan Jefri ke Mendagri [baca: DPRD Kampar Menyetujui Pemecatan Jefri].(SID/Yusril Ardanis)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya