Aktivitas Sekolah di Nabire Belum Normal

Tiga pekan setelah gempa hebat, proses belajar mengajar di Nabire, Papua, belum normal. Fasilitas tenda darurat untuk sekolah sangat terbatas. Para orang tua juga masih khawatir anak-anaknya ke sekolah.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Februari 2004, 14:27 WIB
Liputan6.com, Nabire: Proses belajar mengajar di Kabupaten Nabire, Papua, belum normal hingga kini. Pasalnya, gempa tektonik yang mengguncang wilayah di Bumi Cenderawasih ini belum benar-benar berhenti. Para orang tua masih khawatir membiarkan anak-anaknya ke sekolah.

Untuk mengejar ketertinggalan, orang tua dan dan guru sepakat memberi pelajaran di tenda-tenda darurat. Sayangnya jumlah tenda yang ada sangat terbatas sehingga tidak semua siswa tertampung. Alhasil semua siswa dari kelas satu hingga enam berbaur menjadi satu, sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan baik.

Akibat gempa tektonik berkekuatan 6,9 skala Richter pada 6 Februari silam, sekitar 55 gedung sekolah dasar hingga sekolah menengah umum yang berada di empat distrik rusak berat [baca: Gempa di Nabire Menewaskan Puluhan Warga].
Hingga kini, gedung-gedung itu belum diperbaiki menunggu gempa mereda.(TNA/Ruba`i Kadir)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya