Liputan6.com, Jakarta - Partai puncak Liga Champions musim ini bakal mempertemukan dua kekuatan besar dengan karakteristik permainan yang kontras, yakni PSG dan Arsenal. Bentrokan yang dijadwalkan bergulir pada 30 Mei mendatang ini diproyeksikan bakal berlangsung sengit lantaran kedua kesebelasannya sukses memperlihatkan performa yang stabil di sepanjang musim.
PSG menapakkan kaki di final dengan status jawara Prancis yang dibekali oleh daya ledak lini serang yang sangat menakutkan. Walau demikian, armada tempur besutan Luis Enrique ini berpotensi menemui kendala dalam menjaga ritme permainan, mengingat mereka memiliki jeda waktu selama 13 hari tanpa melakoni satu pun laga kompetitif menjelang final Liga Champions.
Advertisement
Beda halnya dengan Arsenal yang masih harus menyelesaikan laga pamungkas di kompetisi domestik Premier League melawan Crystal Palace sebelum terbang menuju partai puncak Eropa. Sang manajer, Mikel Arteta, kemungkinan besar bakal tetap menurunkan susunan pemain terbaiknya supaya kondisi kompetitif para penggawa The Gunners tetap terjaga dengan prima.
Laga final Liga Champions kali ini juga menjadi panggung pembuktian antara benteng pertahanan paling kokoh melawan barisan penyerang yang kaya akan kreativitas. Di samping itu, pertarungan sengit dalam memperebutkan kendali di sektor tengah lapangan diyakini bakal menjadi faktor pembeda yang menentukan hasil akhir laga.
Pertahanan Arsenal Hadapi Ketajaman PSG
Arsenal menjelma sebagai salah satu tim dengan organisasi pertahanan paling rapat di benua Eropa pada musim ini. Ketangguhan tersebut dibuktikan lewat performa penjaga gawang David Raya yang sukses menorehkan 19 clean sheet dari 37 laga Premier League, serta sembilan clean sheet dari 13 pertandingan di ajang Liga Champions.
Statistik impresif tersebut menjadi alarm bagi PSG agar mampu memaksimalkan sekecil apa pun kans yang tercipta sejak peluit pertama dibunyikan. Klub raksasa asal kota Paris itu diperkirakan bakal menemui jalan buntu apabila sampai tertinggal lebih dahulu, mengingat para pemain Arsenal sangat disiplin dalam memagari area pertahanan mereka.
Oleh karena itu, Luis Enrique diprediksi akan kembali menginstruksikan barisan depannya untuk tampil agresif guna menekan pertahanan lawan sejak menit-menit awal. PSG sangat membutuhkan gol kilat agar Arsenal tidak mendapatkan kenyamanan dalam mendikte tempo permainan.