Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo angkat suara mengenai politisasi Evan Dimas cs. Dia menilai pemberian penghargaan berupa hadiah kepada pemain tim nasional Indonesia U-19 sebagai contohnya. Namun politisi Partai Demokrat itu menyayangkan ada pihak-pihak yang ingin mendompleng Timnas U-19 untuk kepentingan politik.
"Ada seorang tokoh yang mendekati pemain Timnas U-19. Ini dilakukan untuk memanfaatkan, karena dia mau jadi calon legislatif dari daerah itu," keluh Roy.
Ada beberapa contoh beberapa politisi menjadikan timnas U-19 menjadi alat kampanye. Berikut tiga contoh diantaranya seperti yang dikutip dari berbagai sumber, Selasa (22/10/2013):
1. Klaim Marzuki Alie soal Timnas U-19
Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, kemenangan Indonesia semalam bukan karena kerja singkat. Melainkan hasil dari pembinaan empat tahun lalu yang dilakukan oleh LPI.
"Kemenangan ini bukan kerja singkat, tapi melalui proses kompetisi yang sudah berjalan hampir empat tahun yang dilakukan oleh LPI. Kompetisi sepakbola antar pelajar tingkat SMP, SMA dan universitas," kata Marzuki beberapa waktu lalu.
Menurut Marzuki, line up para pemain Timnas U-19 mayoritas berasal dari binaan LPI. Dia mengaku sebagai penggagas LPI saat kampanye Pemilu 2009 yang lalu.
"Rata-rata mereka yang masuk dalam U-19 tahun adalah mereka yang pernah main dalam LPI. LPI ini saya gagas tahun 2009 yang dibuka oleh SBY saat Pemilu Presiden 2009," tegas Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.
2. Pemberian Hadiah dari beberapa Pemerintah Provinsi dan Caleg
Pemberian hadiah kepada anak asuh Indra Sjafri salah satunya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang memberikan kado manis kepada gelandang Timnas Indonesia U-19, Maldini Pali berupa rumah seharga Rp 600 juta. Ini dilakukan sebagai bentuk penghar