Belajar dari MBA UGM, FEB UIN Jakarta Mulai Susun Langkah Menuju Sekolah Bisnis Berstandar Global

EB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar konsinyering kelembagaan di Bogor dengan menggandeng Board of Directors MBA UGM guna mematangkan peta jalan menuju standar internasional.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 23 Mei 2026, 16:06 WIB
Board of Directors MBA FEB Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Amin Wibowo. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan konsinyering intensif guna memantapkan penguatan akademik dan tata kelola kelembagaan.

Acara yang berlangsung di Bogor pada 20–22 Mei 2026 tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan FEB Prof. Dr. Ibnu Qizam, para Wakil Dekan, serta seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) di lingkungan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan konsinyering ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya sinergi, disiplin operasional, dan adaptasi terhadap standar global demi membawa program studi di FEB naik kelas, baik di kancah nasional maupun internasional.

"Kehadiran lengkap para Wakil Dekan serta unsur prodi menjadi bukti komitmen kuat fakultas untuk merumuskan langkah strategis ke depan secara komprehensif," ujar Prof. Dr. Ibnu Qizam.

 

Adopsi Benchmark Strategis dari MM UGM

Untuk membedah strategi tata kelola pascasarjana dan fakultas bertaraf internasional, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menghadirkan pakar manajemen dan akademisi terkemuka, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Board of Directors MBA FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) Kampus Yogyakarta.

Dalam sesi utamanya, Prof. Amin Wibowo membagikan potret jernih pemikiran strategis bertajuk "Pengelolaan Program Magister Manajemen: Pengalaman MBA (MM) FEB UGM sebagai Benchmark Strategis". Ia memaparkan rekam jejak panjang MM UGM sebagai program Magister Manajemen tertua di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1988, hingga berhasil menembus peringkat 1 di Indonesia dan peringkat 30 di Asia versi QS Global MBA Rankings 2026.

Prof. Amin menjabarkan kerangka tujuh pilar utama kelangsungan reputasi sekolah bisnis yang meliputi otonomi operasional dalam tata kelola, kejelasan positioning, komitmen kepatuhan akreditasi internasional, bauran fakultas (akademisi-praktisi), selektivitas input mahasiswa, diversifikasi finansial, serta kekuatan ekosistem alumni.

"Akreditasi global seperti AACSB bukan sekadar piagam hiasan di tembok atau alat marketing. Ia merupakan sebuah disiplin operasional yang memaksa institusi untuk terus mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki kualitas mutunya secara berkelanjutan," tegas Prof. Amin Wibowo di hadapan para peserta konsinyering.

Melalui kegiatan konsinyering ini, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memetik pelajaran berharga (key lessons) dari kesuksesan tata kelola berafiliasi global. Sekaligus, momentum ini digunakan untuk merumuskan diferensiasi inti dan memperkuat ekosistem kurikulum yang tangguh dalam menghadapi tantangan disrupsi digital ke depan.

Langkah strategis tersebut diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan bereputasi internasional.

Infografis Sasaran, Tujuan, Jenjang Pendidikan & Fasilitas Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya