Longsor Memutus Jalan di Desa Ulak Kembahang

Guguran tanah terjadi setelah dalam setengah bulan terakhir, air Sungai Ogan begitu deras lantaran hujan yang mengguyur terus menerus. Longsor tersebut menyebabkan harga kebutuhan desa melonjak.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Januari 2004, 20:04 WIB
Liputan6.com, Ogan Ilir: Jalan utama di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, yang menghubungkan tujuh desa di kawasan itu terputus akibat longsor, baru-baru ini. Guguran tanah terjadi setelah dalam setengah bulan terakhir, air Sungai Ogan begitu deras lantaran hujan yang turun terus menerus.

Badan jalan di Desa Ulak Kembahang, yang sebelumnya selebar enam meter kini tinggal satu meter sehingga cuma bisa dilalui sepeda motor dan sepeda. Itu pun setelah ditimbun warga setempat. Kondisi ini otomatis menghambat aktivitas warga. Sebab untuk menembus jalan yang longsor warga terpaksa naik ojek dengan biaya Rp 8.000.

Longsor juga menyebabkan harga beberapa kebutuhan masyarakat melambung karena terbatasnya persediaan. Sedangkan pasokan tak ada. Di sana, minyak tanah kini dijual Rp 1.500 per liter, padahal sebelum longsor komoditi ini hanya seharga Rp 800 per liter. Demikian halnya dengan harga beras yang melonjak dari Rp 3.500 per kilogram menjadi Rp 4.500 per kilogram.

Kondisi ini membuat warga setempat pusing dan kecewa. Menurut Kepala Desa Ulak Kembahang, Imron, mereka merasa putus asa karena Bupati Ogan Ilir dan DPRD setempat tak segera memperbaiki jalan. Padahal pejabat terkait pernah melihat longsor yang sebelumnya menutupi badan jalan [baca: Longsor di Sumsel, Lima Desa Terisolasi].(ICH/Ajmal Rokian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya