Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan

Jika ditinjau dari letak episenter serta kedalaman sumber guncangannya, fenomena ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 23 Mei 2026, 21:49 WIB
Ilustrasi Gempa. Wilayah Bengkulu Selatan, Bengkulu, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3. (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Bengkulu Selatan, Bengkulu, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa guncangan ini tidak memiliki potensi untuk memicu terjadinya gelombang tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, Sabtu (23/5/2026).

Peristiwa gempa tektonik ini terjadi pada malam hari pukul 19.40 WIB. Berdasarkan data teknis BMKG, titik koordinat gempa terletak di 4,67 derajat Lintang Selatan (LS) dan 102,58 derajat Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di laut dengan jarak sekitar 44 kilometer arah barat daya dari Kabupaten Bengkulu Selatan, pada kedalaman dangkal 15 kilometer.

Wijayanto memaparkan, jika ditinjau dari letak episenter serta kedalaman sumber guncangannya, fenomena ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Gempa tersebut muncul akibat adanya pergerakan dari aktivitas subduksi lempeng bumi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," urainya menambahkan.

 

Sejumlah Wilayah Rasakan Guncangan

Getaran gempa dirasakan cukup luas di beberapa wilayah sekitar. Di daerah Bengkulu Selatan, Kaur, dan Seluma, guncangan terukur pada skala intensitas III - IV MMI, di mana getaran pada skala ini umumnya dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah saat siang hari.

Selain itu, dampak getaran juga meluas hingga ke Kepahiang, Rejang Lebong, serta Musi Rawas dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, efek yang ditimbulkan terasa nyata di dalam ruangan, dengan sensasi menyerupai truk besar yang sedang melintas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan bangunan maupun fasilitas publik akibat guncangan tersebut. Di samping itu, sistem pemantauan BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) di sekitar lokasi episenter.

Minimnya Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya