Kunci Sukses Roma Tempati Puncak Klasemen Serie A

Dari enam laga di musim ini, tim asal ibukota Italia tersebut selalu bisa meraih tiga poin sempurna.

oleh Bagusthira Evan PratamaDiterbitkan 30 September 2013, 13:45 WIB

AS Roma sukses tampil gemilang di awal musim ini. Di bawah kepelatihan Rudi Garcia, Roma selalu bisa meraih kemenangan. Dari enam laga, tim asal ibukota Italia tersebut berhasil menorehkan 18 poin dan karenanya mereka kini berdiri kokoh di puncak klasemen Serie A.

Kerja keras Garcia dalam meracik strategi disebut-sebut sebagai faktor utama dari kesuksesasn I Lupi. Namun sebenarnya ada beberapa hal lain yang bisa dijadikan penyebab dari penampilan konsisten Roma di awal musim ini. Berikut adalah ulasannya:

1. Tepat Dalam Mendatangkan Pemain Baru

Roma boleh kehilangan pemain berkualitas seperti Marquinhos, Pablo Osvaldo, dan Erik Lamela. Namun sebagai gantinya, mereka sukses mendatangkan pemain-pemain yang tak kalah berkelas seperti Morgan De Sanctis, Gervinho, Adem Ljajic, dan Kevin Strootman.

Sejauh ini, pemain-pemain tersebut mampu menunjukkan kehebatannya. Meski didatangkan dengan harga murah, para pemain tersebut tetap mampu berperan dengan baik di posisinya masing-masing.

Karena kejelian di bursa transfer, Roma bisa dikatakan untung dari segi neraca keuangannya. Mereka bisa meraup 76,5 juta euro dari penjualan Osvaldo, Lamela, dan Marquinhos. Sementara uang yang dikeluarkan demi mendatangkan pemain baru hanyalah sebesar 51,5 juta euro.

2. Kejeniusan Rudi Garcia

Strategi yang diterapkan Rudi Garcia terbilang jitu. Dengan mengandalkan formasi 4-3-3 atau 4-3-1-2, Garcia mampu menyihir Roma menjadi tim yang paling produktif saat ini.

Dari enam laga, tim Srigala Ibukota sukses menorehkan 17 gol. Mereka pun kini menjadi satu-satunya tim dengan pertahanan yang paling sulit ditembus karena baru kebobolan satu gol hingga saat ini.

3. Mengandalkan Pemain yang Berusia Matang

Musim ini Roma banyak mengandalkan pemain-pemain yang sudah berusia 22 tahun ke atas. Bahkan beberapa di antaranya telah menginjak usia kepala tiga. Meski tak lagi muda, para pemain tersebut nyatanya mampu tampil dengan baik. Berbekal pengalaman segudang, pasukan Srigala Roma sukses merepotkan semua lawan-lawannya.

Di posisi penjaga gawang, Roma mengandalkan kiper veteran, Morgan De Sanctis. Pengalaman sang pemain dalam menjaga gawang menjadi salah satu penyebab kesuksesan Roma menyabet status sebagai tim yang paling sulit dibobol sejauh ini.

Di lini pertahanan, Roma mengandalkan pemain tua dan muda. Di posisi bek sayap, dua pemain berusia 30 tahun ke atas yakni Federico Balzaretti dan Douglas Maicon dipercaya menempati starting line up. Sedangkan di posisi bek tengah, dua pemain berusia 26 tahun yaitu Leandro Castan dan Mehdi Benatia sukses menjadi tembok kokoh skuat I Giallorssi.

Maju ke lini tengah, Roma memiliki Kevin Strootman, Marquinho, Antonio Florenzi, dan Daniele De Rossi. Dari empat pemain tersebut, hanya De Rossi yang sudah berusia 30 tahun. Dengan pengalamannya, De Rossi mampu mengkoordinir tiga gelandang Roma dalam membantu lini serang dan memperkuat sektor pertahanan.

Di lini depan, Roma punya banyak pemain berkualitas. Selain sang kapten, Francesco Totti, Roma juga memiliki Gervinho, Adem Ljajic, Marco Boriello, dan Mattia Destro.

4. Absen di Kancah Eropa

Absennya Roma di kancah Eropa memberikan keuntungan tersendiri. Di saat tim-tim besar lainnya seperti Juventus, Napoli, AC Milan, Fiorentina, dan Lazio disibukkan dengan dua kompetisi, Roma bisa lebih fokus untuk mempersiapkan diri demi menghadapi persaingan di Serie A. (bek)

Baca juga:
* 2 Faktor Utama Indonesia Dikalahkan Maroko
* Tiga Faktor Arsenal Bisa Juara 2013/14
* RD Beberkan Alasan Kekalahan Timnas U-23
* Ini Dia Buruan Utama MU di Bulan Januari
* Bintang Porno Kecewa Timnas U-23 Gagal Juara ISG
* Klasemen Sementara MotoGP

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya