Liputan6.com, Ishikawa: Jepang memiliki tradisi dan budaya yang kaya. Sayangnya, seiring dengan modernisasi yang diraihnya, cukup sulit bagi wisatawan untuk menemukan tempat-tempat yang masih menyimpan jejak akar budaya negeri Matahari Terbit. Tapi jangan khawatir, miniatur budaya dan tradisi Jepang masa lampau lengkap dengan upaya pestariannya itu masih dapat dijumpai di Kanazawa, sebuah kota yang terletak di pantai barat negeri Matahari Terbit.
Kanazawa semula adalah sebuah kota puri yang peninggalan masa silamnya masih terawat dengan baik. Jalan-jalan kota yang dibangun 400 tahun silam itu umumnya sempit karena terletak di kawasan perbukitan. Kendati begitu, sarana transportasi umum di satu kota tua di Jepang yang terletak di refektur Ishikawa ini tetap tersedia.
Satu tujuan favorit para wisatawan adalah Puri Kanzawa, yang dikelilingi perkampungan samurai yang menawan. Bangunan-bangunan di kawasan ini dipertahankan seperti saat didirikan ratusan tahun silam. Taman Ken Roku En, misalnya, yang dibangun pada 1676 oleh penguasa masa itu. Dan penggarapan taman ini baru selesai dua abad kemudian.
Saat ini, Taman Ken Roku En menjadi taman ketiga paling terkenal di Jepang. Untuk memelihara keasriannya, setiap menjelang musim dingin, perawat kebun memasang jaring tali untuk melindungi dahan pohon agar tidak patah akibat salju yang menumpuk.
Upaya pelestarian budaya oleh warga setempat telah menjadikan Kanazawa sebagai satu pusat seni tradisional di Jepang. Satu contonya adalah Kimono Kagayuzen, yang motif pada kain bahannya dilukis secara khusus dengan warna-warna pilihan yang khusus pula.
Selain kimono, Kanazawa juga terkenal dengan berbagai kerajinan yang dilapisi emas. Begitu pula seni keramik yang hingga kini terus dipertahankan sejak abad ke-17. Upaya pelestarian warisan budaya ini dilakukan dengan memperkenalkannya kepada generasi muda di Kota Kanazawa.
Warisan budaya Jepang lainnya yang tampak di Kanazawa adalah tradisi minum teh, yang dilakukan dengan tata cara dan peralatan unik. Acara minum teh ini biasanya dibarengi dengan makanan kecil yang terbuat dari tepung kacang yang dicampur gula. Tradisi ini juga menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan. Sebab itu, warga setempat secara sukarela kerap membantu wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tradisi ini. Dengan semua kekebihan yang dimiliki itu, Kanazawa kini menjadi jendela untuk melihat dari dekat warisan tradisi dan budaya Jepang.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)
Kanazawa semula adalah sebuah kota puri yang peninggalan masa silamnya masih terawat dengan baik. Jalan-jalan kota yang dibangun 400 tahun silam itu umumnya sempit karena terletak di kawasan perbukitan. Kendati begitu, sarana transportasi umum di satu kota tua di Jepang yang terletak di refektur Ishikawa ini tetap tersedia.
Satu tujuan favorit para wisatawan adalah Puri Kanzawa, yang dikelilingi perkampungan samurai yang menawan. Bangunan-bangunan di kawasan ini dipertahankan seperti saat didirikan ratusan tahun silam. Taman Ken Roku En, misalnya, yang dibangun pada 1676 oleh penguasa masa itu. Dan penggarapan taman ini baru selesai dua abad kemudian.
Saat ini, Taman Ken Roku En menjadi taman ketiga paling terkenal di Jepang. Untuk memelihara keasriannya, setiap menjelang musim dingin, perawat kebun memasang jaring tali untuk melindungi dahan pohon agar tidak patah akibat salju yang menumpuk.
Upaya pelestarian budaya oleh warga setempat telah menjadikan Kanazawa sebagai satu pusat seni tradisional di Jepang. Satu contonya adalah Kimono Kagayuzen, yang motif pada kain bahannya dilukis secara khusus dengan warna-warna pilihan yang khusus pula.
Selain kimono, Kanazawa juga terkenal dengan berbagai kerajinan yang dilapisi emas. Begitu pula seni keramik yang hingga kini terus dipertahankan sejak abad ke-17. Upaya pelestarian warisan budaya ini dilakukan dengan memperkenalkannya kepada generasi muda di Kota Kanazawa.
Warisan budaya Jepang lainnya yang tampak di Kanazawa adalah tradisi minum teh, yang dilakukan dengan tata cara dan peralatan unik. Acara minum teh ini biasanya dibarengi dengan makanan kecil yang terbuat dari tepung kacang yang dicampur gula. Tradisi ini juga menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan. Sebab itu, warga setempat secara sukarela kerap membantu wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tradisi ini. Dengan semua kekebihan yang dimiliki itu, Kanazawa kini menjadi jendela untuk melihat dari dekat warisan tradisi dan budaya Jepang.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)