Liputan6.com, Palopo: Penyelidikan kasus pengebomam Kafe Sampoddo Indah di Desa Sampada, Kecamatan Wara Selatan, Palopo, Sulawesi Selatan, masih berlangsung. Senin (12/1), Tim Markas Besar Polri yang terdiri dari delapan anggota tengah memburu dua tersangka sesuai sketsa wajah yang dibuat. Sketsa pelaku digambarkan berkat keterangan 28 orang saksi. Enam orang di antaranya saksi kunci, yakni tiga korban yang cedera, pelayan, kasir, dan seorang karyawan kafe. Sementara saksi lainnya adalah para pengunjung Kafe Sampoddo [baca: Belasan Saksi Diperiksa Terkait Ledakan Palopo].
Sejauh ini, polisi belum dapat menyebutkan kelompok yang diduga bertanggung jawab. Besar kemungkinan, dalang peledakan Kafe Sampoddo berkaitan pelaku peledakan bom di Makassar, setahun silam. Dugaan tersebut merujuk pada kemiripan bom di Palopo dengan bom Makassar. Untuk membuktikan analisa tadi, Tim Mabes Polri dibantu jajaran Kepolisian Resor Luwu intensif memeriksa barang bukti berupa pecahan bom rakitan yang terdiri dari serpihan tabung dan besi.
Selain mencari barang bukti, polisi mengotopsi empat korban yang tewas. Tiga jenazah dari empat akan dimakamkan di kampung halaman masing-masing, sore ini. Jenazah dua korban bernama Abdurahman dan Supratman yang ternyata masih bersaudara disemayamkan di rumah duka di Desa Bone Lemo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Kakak Supratman, Zainal mengaku, tidak mendapat firasat tentang kematian adiknya. "Tidak ada tanda-tanda, kemarin dia [Supratman] masih kemari," kata Zainal. Sebelumnya Zainal sempat mengingatkan agar Supratman tidak pergi ke Kafe Sampoddo. Tapi, imbauan itu rupanya tak digubris korban.
Seorang korban lain bernama Sumarni juga akan dikebumikan hari ini. Semula, jenazah Sumarni hendak dibawa ke tempat kelahirannya di Surabaya, Jawa Timur. Rencana berubah karena orang tua Sumarni-lah yang ternyata berangkat ke Palopo. Sebab, mereka khawatir jenazah janda beranak satu itu akan membusuk jika terlalu lama di perjalanan. Sementara jasad Ambo, warga Jalan Galigo, Kota Palopo, sudah dimakamkan Ahad kemarin [baca: Polisi Menyelidik Intensif Lokasi Ledakan di Palopo].
Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar mengaku belum dapat membeberkan hasil penyelidikan tim di tempat kejadian perkara (TKP). Kapolri meminta publik memberi kesempatan kepada aparat untuk menggali kasus tersebut. "Soal Palopo masih dalam penyelidikan, TKP sudah diolah, analisis terus dikembangkan untuk mengarah kepada pelaku," kata Da`i, pendek. Dia juga memerintahkan Kepolisian Daerah Sulsel Inspektur Jenderal Polisi Jusuf Manggabarani untuk memimpin penyelidikan.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Sejauh ini, polisi belum dapat menyebutkan kelompok yang diduga bertanggung jawab. Besar kemungkinan, dalang peledakan Kafe Sampoddo berkaitan pelaku peledakan bom di Makassar, setahun silam. Dugaan tersebut merujuk pada kemiripan bom di Palopo dengan bom Makassar. Untuk membuktikan analisa tadi, Tim Mabes Polri dibantu jajaran Kepolisian Resor Luwu intensif memeriksa barang bukti berupa pecahan bom rakitan yang terdiri dari serpihan tabung dan besi.
Selain mencari barang bukti, polisi mengotopsi empat korban yang tewas. Tiga jenazah dari empat akan dimakamkan di kampung halaman masing-masing, sore ini. Jenazah dua korban bernama Abdurahman dan Supratman yang ternyata masih bersaudara disemayamkan di rumah duka di Desa Bone Lemo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Kakak Supratman, Zainal mengaku, tidak mendapat firasat tentang kematian adiknya. "Tidak ada tanda-tanda, kemarin dia [Supratman] masih kemari," kata Zainal. Sebelumnya Zainal sempat mengingatkan agar Supratman tidak pergi ke Kafe Sampoddo. Tapi, imbauan itu rupanya tak digubris korban.
Seorang korban lain bernama Sumarni juga akan dikebumikan hari ini. Semula, jenazah Sumarni hendak dibawa ke tempat kelahirannya di Surabaya, Jawa Timur. Rencana berubah karena orang tua Sumarni-lah yang ternyata berangkat ke Palopo. Sebab, mereka khawatir jenazah janda beranak satu itu akan membusuk jika terlalu lama di perjalanan. Sementara jasad Ambo, warga Jalan Galigo, Kota Palopo, sudah dimakamkan Ahad kemarin [baca: Polisi Menyelidik Intensif Lokasi Ledakan di Palopo].
Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar mengaku belum dapat membeberkan hasil penyelidikan tim di tempat kejadian perkara (TKP). Kapolri meminta publik memberi kesempatan kepada aparat untuk menggali kasus tersebut. "Soal Palopo masih dalam penyelidikan, TKP sudah diolah, analisis terus dikembangkan untuk mengarah kepada pelaku," kata Da`i, pendek. Dia juga memerintahkan Kepolisian Daerah Sulsel Inspektur Jenderal Polisi Jusuf Manggabarani untuk memimpin penyelidikan.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)