Kasus Infeksi Virus Korona Baru di Arab Bukan Jemaah Haji

8 kasus baru infeksi Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) dilaporkan pada Kamis 19 September.

oleh Gabriel Abdi SusantoDiterbitkan 21 September 2013, 17:00 WIB

8 kasus baru infeksi Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) dilaporkan pada Kamis 19 September. Seperti dilaporkan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama, beberapa informasi yang penting dari laporan 8 kasus baru ini, 2 kasus  berasal dari Medinah, yang merupakan salah satu kota perjalanan ibadah Haji.

"Walaupun dari Medinah, tapi kasus-kasus ini bukanlah jemaah haji. Sejauh ini belum ada jemaah haji yang terkena infeksi virus korona," ujar Tjandra seperti ditulis, Sabtu (21/9/2013).

Sementara itu, kedelapan kasus ini ada riwayat kontak dengan kasus lain yang sudah terbukti virus korona (+). Artinya, memang sekali lagi menunjukkan adanya penularan antar manusia walau terbatas, bukan sustain transmission karena belum jelas ada penularan generasi ke dua, ketiga, dan selanjutnya.

Menurut Tjandra, 4 dari 8 kasus baru ini (50%) adalah petugas kesehatan setempat. Di pihak lain, sesuai pertanyaan kasus orang Filipina yang MERS CoV (+) , kasus itu adalah petugas kesehatan warga Filipina di Riyadh, bukan jemaah.

"Berita tentang kasus ini memang masih agak simpang siur. Yang jelas, ini adalah petugas kesehatan, 41 thn. Ada berita bahwa dia kontrol ke rumah sakit karena "ketulangan" (fish bone in the throat), ada juga berita bahwa dia memang mengeluhkan mengalami ganguan pernapasan. Juga ada berita yang belum terkonfirmasi bahwa ada satu orang lagi Filipina yang MERS CoV (+). Yang bersangkutan tadinya dirawat untuk menjalani hemodialisis. Kasus ini juga di Riyadh, bukan kota perjalanan haji." tegas Tjandra.

(Abd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya