Liputan6.com, Washington, D.C. - Pidato Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy pada 25 Mei 1961 tentang ambisi mengirim manusia ke Bulan menjadi salah satu keputusan paling berpengaruh dalam sejarah politik dan teknologi dunia di era Perang Dingin.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan besar terhadap Amerika Serikat yang saat itu tertinggal dari Uni Soviet dalam perlombaan antariksa.
Advertisement
Berdasarkan arsip NASA yang dikutip Senin (25/5/2026), tekanan terhadap pemerintahan Kennedy meningkat setelah kosmonaut Soviet Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang berhasil mengorbit Bumi pada 12 April 1961. Keberhasilan Uni Soviet itu dianggap sebagai pukulan besar bagi prestise Amerika Serikat.
Beberapa pekan kemudian, astronaut AS Alan Shepard memang berhasil melakukan penerbangan suborbital dan menjadi warga Amerika pertama yang mencapai luar angkasa. Namun, pencapaian tersebut dinilai belum mampu menyaingi keberhasilan Soviet.
Situasi politik Washington saat itu juga diperburuk oleh kegagalan invasi Teluk Babi di Kuba yang menekan citra pemerintahan Kennedy di mata publik internasional.
Setelah berkonsultasi dengan Wakil Presiden Lyndon B. Johnson, Administrator NASA James Webb, dan sejumlah pejabat lainnya, Kennedy akhirnya menetapkan target besar: mengirim manusia ke Bulan sebelum akhir dekade 1960-an.
Keputusan tersebut kemudian melahirkan Apollo Program, salah satu proyek teknologi terbesar dalam sejarah modern yang melibatkan biaya dan sumber daya manusia dalam skala masif.
Target itu akhirnya tercapai pada 20 Juli 1969 melalui Apollo 11 Moon Landing ketika astronaut Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan.