Diaspora Indonesia di Thailand Perkuat Literasi Kesehatan Berbasis Komunitas

Kesehatan masyarakat diaspora perlu diperkuat melalui pemberdayaan komunitas.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 19 Mei 2026, 12:26 WIB
Diaspora Indonesia di Nonthaburi Thailand menjalankan giat penguatan literasi dan ketahanan kesehatan dalam pencegahan dan deteksi dini komplikasi diabetes melitus berbasis Community First Responder (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Diaspora Indonesia di Nonthaburi Thailand menjalankan giat penguatan literasi dan ketahanan kesehatan dalam pencegahan dan deteksi dini komplikasi diabetes melitus berbasis Community First Responder. Heri Ridwan, selaku ketua kegiatan menuturkan, aksi itu dilaksanakan di Masjid Passert Islam, Kampung Indonesia Nonthaburi, Thailand.

“Kesehatan masyarakat diaspora perlu diperkuat melalui pemberdayaan komunitas. Ketika masyarakat memiliki literasi kesehatan yang baik, maka kemampuan mencegah komplikasi penyakit juga akan meningkat,” ujar Heri, Selasa (19/5/2026).

Heri menambahkan, kegiatan sosial itu juga didukung oleh LSM Sharing di bawah pimpinan Ikhyanudin dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand yang dipimpin Andi Subhan Husain.

Ikhyanudin menilai, program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat diaspora Indonesia di Thailand. Menurutnya, banyak masyarakat yang selama ini belum memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Program ini sangat penting karena masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga bisa langsung melakukan pemeriksaan gula darah. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan ini menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan,” ungkap Ikhyanudin.

 

Sinergi Positif

Hal senada disampaikan Ketua PCIM Thailand, Andi Subhan Husain. Ia menyebut kegiatan ini menjadi bentuk sinergi positif antara akademisi, organisasi sosial, dan komunitas diaspora Indonesia.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya pencegahan penyakit dan deteksi dini. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut sebagai upaya memperkuat ketahanan kesehatan diaspora Indonesia di Thailand,” ujarnya.

Dia berharap, melalui kegiatan terkait, Masjid Passert Islam tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat penguatan kesehatan masyarakat diaspora Indonesia.

“Program ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antara akademisi dan komunitas mampu membangun budaya hidup sehat berbasis kepedulian sosial dan gotong royong di tengah masyarakat diaspora Indonesia di luar negeri,” Andi menutup.

Diketahui, kegiatan berlangsung dari tanggal 18 hingga 21 April 2026 dan turut didukung oleh keterlibatan tim dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta tim mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Kampus Sumedang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya