Ribuan Penambang Batu Apung Ijobalit Gundah

Harga batu apung di Desa Ijopalit, NTB, senilai Rp 3.250 per karung atau cuma untung Rp 50 setelah dipotong biaya produksi. Padahal, di Surabaya harga per karung mencapai Rp 8.000.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Desember 2003, 08:34 WIB
Liputan6.com, Ijobalit: Ribuan penambang batu apung di Ijobalit, Lombok Timur, Nusatenggara Barat, terancam menganggur. Mereka tak bisa mengharapkan penghasilan dari penambangan karena harga batu apung anjlok. Karena itu mereka berharap bantuan modal dari pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Warga di sepanjang Desa Ijobalit memang bergantung penuh pada usaha penambangan batu apung. Maklum lahan-lahan di daerah ini kering. Jika sebagian wilayah Lombok Timur sudah dibasahi hujan, desa itu masih belum juga dibasahi hujan hingga kini.

Sejak penambangan dibuka sekitar 20 tahun lampau, hingga kini, harga batu apung relatif tak beranjak. Harga per karung atau seberat 25 kilogram senilai Rp 3.250. Padahal, biaya produksi seperti harga pokok batu apung, biaya cuci, sortir, hingga pengarungan mencapai Rp 3.200. Artinya keuntungan yang dicapai benar-benar tak sebanding. Namun, mereka tak punya pilihan.

Selama ini, batu apung asal Ijobalit dikirim ke luar daerah NTB. Yang membuat para penambang gondok, di luar NTB, seperti Surabaya, Jawa Timur, harga batu apung dijual seharga Rp 8.000 per karung.(TNA/Adhar Hakim)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya