Liputan6.com, Gresik: TNI Angkatan Laut Armada Kawasan Timur meledakkan sejumlah ranjau peninggalan Belanda di perairan Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Selasa (16/12). Tujuannya, untuk mengamankan jalur pelayaran. Kepala Satuan Tugas Pembersihan Ranjau Armatim Kolonel Laut Ari Atmaja mengatakan, operasi ini melibatkan 100 pesonel, termasuk pasukan katak TNI AL. Ia menyebut, baru sekitar 20 persen ranjau sisa Belanda yang diledakkan karena minim dana.
Sejauh ini, Ari memperkirakan, terdapat ribuan ranjau laut sisa Belanda bertebaran di perairan Madura, Lamongan, dan Ujung Pangkah. Agar tak sampai membahayakan pelayaran, ia menambahkan, Armatim membersihkan ranjau-ranjau tersebut secara bertahap. Tapi kali ini, pasukan TNI yang berada di atas kapal hanya berhasil mendeteksi sejumlah ranjau di Perairan Ujung Pangkah. Sebanyak 53 ranjau diledakkan.
Bukan kali ini saja ranjau peninggalan penjajah diledakkan. Tiga bulan silam, bom peninggalan Jepang yang ditemukan di Palembang, Sumsel, diledakkan Tim Bantuan Pemeliharaan Lapangan Pangkalan TNI AU Madiun, Jatim http://www.liputan6.com/news/?id=62975>Bom Peninggalan Jepang di Palembang Diledakkan. Puluhan ranjau bom lain diperkirakan masih tertanam.(AWD/Mohammad Khodim)
Sejauh ini, Ari memperkirakan, terdapat ribuan ranjau laut sisa Belanda bertebaran di perairan Madura, Lamongan, dan Ujung Pangkah. Agar tak sampai membahayakan pelayaran, ia menambahkan, Armatim membersihkan ranjau-ranjau tersebut secara bertahap. Tapi kali ini, pasukan TNI yang berada di atas kapal hanya berhasil mendeteksi sejumlah ranjau di Perairan Ujung Pangkah. Sebanyak 53 ranjau diledakkan.
Bukan kali ini saja ranjau peninggalan penjajah diledakkan. Tiga bulan silam, bom peninggalan Jepang yang ditemukan di Palembang, Sumsel, diledakkan Tim Bantuan Pemeliharaan Lapangan Pangkalan TNI AU Madiun, Jatim http://www.liputan6.com/news/?id=62975>Bom Peninggalan Jepang di Palembang Diledakkan. Puluhan ranjau bom lain diperkirakan masih tertanam.(AWD/Mohammad Khodim)