Liputan6.com, Jakarta - BYD M6 DM resmi diperkenalkan di Indonesia. Model mobil keluarga ini, hadir dengan teknologi hybrid atau tepatnya plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), yang dibalut melalui teknologi DM 5.0 generasi terbaru, yang meluncur secara global pada 2024.
Meskipun sudah diperkenalkan, namun jenama asal China ini belum mengumumkan harga resmi dari M6 DM. Pasalnya, dengan teknologi baru ini, BYD ingin memberikan waktu bagi masyarakat untuk memahami sistem hibrida tersebut.
Advertisement
"Karena ini teknologi DM pertama yang hadir di Indonesia dari BYD, kami ingin mendorong lebih banyak orang untuk mencoba dan merasakannya terlebih dahulu," jelas Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, di sela-sela perkenalan BYD M6 DM, di Pantai Indah Kapuk (PIK), Senin malam (18/5/2026).
Lanjut Eagle, meskipun belum ada harga resmi, dan proses pemesanan juga belum dimulai, namun BYD sudah menjanjikan untuk pengiriman unit M6 DM ini akan segera dilakukan pada bulan depan.
"Secara keseluruhan, pengirimannya bisa saya katakan bisa dimulai Juni mendatang," jelas Eagle.
Secara teknis, BYD M6 DM ini dibekali dengan mesin berkapasitas 1.500 cc, yang mampu mencapai tenaga maksimum sebesar 72 kW dan torsi 125 Nm.
Model ini, dipadukan dengan motor EHS (Electric Hybrid System) 5.0 yang mampu berputar hingga 15.000 rpm.
Secara konsumsi bahan bakar, BYD mengklaim mobil ini memiliki efisiensi mencapai 65 km per liter, dengan total jarak tempuh mencapai lebih dari 1.800 km. Sedangkan untuk jarak tempuh mobil listrik murninya, di atas kertas mencapai 300 km.
Tiga Mode DM BYD
Sedangkan untuk teknologi DM sendiri, memiliki tiga mode penggerak, yaitu EV yang Menghadirkan pengalaman berkendara yang senyap, nyaman, serta akselerasi yang responsif layaknya kendaraan listrik murni.
Dalam mode ini, roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik (100 persen), sementara mesin berada dalam kondisi siaga.
Kemudian, ada mode HEV Series, yaitu ketika daya baterai berada di bawah batas SOC yang telah ditentukan, mesin akan aktif secara otomatis untuk memperpanjang jarak tempuh.
Mesin berfungsi sebagai generator yang mengisi daya baterai, sementara roda tetap digerakkan oleh motor listrik.
Menghadirkan konsumsi bahan bakar yang rendah, kenyamanan berkendara yang baik (NVH optimal), serta performa yang mendekati kendaraan listrik dan ideal digunakan pada kondisi kecepatan rendah hingga menengah.
Terakhir, ada HEV Parallel, yaitu roda digerakkan oleh kombinasi motor listrik dan mesin secara bersamaan sehingga memberikan akselerasi yang responsif, terutama saat manuver seperti menyalip di jalan tol, dengan performa tenaga yang tinggi.
Pada kecepatan tinggi dengan kondisi baterai rendah, roda dapat sepenuhnya digerakkan oleh mesin untuk menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar, dan menghadirkan keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi energi.