Ultimo Clinic & Dental Center memperkenalkan teknologi stem cell untuk membantu perawatan penyembuhan penyakit degeneratif dan penuaan. Terapi ini sudah banyak dilakukan di negara-negara maju seperti di Jerman, Jepang, Korea. Ultimo Aesthetic & Dental Center telah menjadi pionir dalam teknologi kecantikan dan Medis di Indonesia.
Stem Cell atau yang dikenal juga dengan sel puncak merupakan selinduk yang berpotensi berkembang menjadi beberapa sel tubuh yang berbeda, seperti sel otak, otot, hati mau pun sell darah. Pada saat manusia memasuki usia 40 tahun maka kadar stem cell manusia akan berkurang menjadi separuhnya. Penurunan stem cell ini mengakibatkan semakin lamanya kulit beregenerasi dan penurunan produksi kolagen sehingga kulit pun akan kusam dan berkerut.
Advertisement
"Pada anak-anak terdapat 80 ribu stem cell, tapi seiring bertambahnya usia, memasuki usia 40 tahun ke atas akan turun menjadi 35 ribu stem cell," kata Dr Prsana Pramitha SpPD, dokter Spesialis Penyakit Dalam dalam acara Talkshow 'Regenarate Yourself With Stem Cell Therapy' (mencegah penuaan dengan terapi sel), Rabu (21/8/2013) di Ultimo Clinic Aestetic & Dental Center, Plaza Asia, Jakarta.
Stem Cell yang paling banyak digunakan adalah yang berasal dari sel dewasa terutama dari lemak. Lemak yang potensial di ambil dari beberapa bagian tubuh, lemak akan dipisahkan dari stem cell-nya dan stem cell akan dimasukan kembali ke dalam tubuh melalui intervena. Saat disuntikkan stem cell akan mencari daerah yang perlu mengalami perbaikan melalui proses.
"Setelah dilakukan Stem Cell Therapy maka kadar stem cell dalam tubuh akan meningkat. Stem Cell akan melakukan perbaikan kalau ada yang rusak di tubuh kita," kata Dr. Pasna.
"Jadi Stem Cell ini ada dalam tubuh kita, tapi kita tidak bisa apa-apakan kalau dia tidak diolah," tambah Prasna lagi.
Di kesempatan yang sama, dr. Enrina Diah SpBP selaku pemilik dari Ultimo Clinic Aestetic & Dental Center mengatakan, ia sengaja menerapkan terapi ini karena telah merasakan keberhasilan dari teknologi ini.
"Awalnya ayah saya kena stroke, kemudian saya cari obat yang bisa recovery. Setelah kita research dan Stem Cell akhirnya menjadi salah satu option therapy. Saat ini ayah saya juga sudah kembali normal," jelas Enrina.