Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 baru saja selesai digelar pada 12 sampai 17 Mei 2026. Pelatih kepala Jacksen Ferreira Tiago terkesan dan terpukau dengan bakat-bakat sepak bola putri di Surabaya.
Jacksen melihat kualitas para pemain di Surabaya terbilang matang dan memiliki postur yang baik. Hal tersebut tidak terlepas dari ekosistem sepak bola Surabaya yang sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan.
Advertisement
Eks pemain Persebaya Surabaya itu menambahkan, melimpahnya talenta dari Surabaya membuatnya masih akan mendiskusikan lebih lanjut dengan para stafnya untuk menentukan siapa saja yang benar-benar layak terpilih ke MilkLife Soccer Challenge All Star di Kudus pada pertengahan Juni nanti.
“Saya lihat masih ada beberapa tim dengan satu pemain menonjol lebih jauh dibanding yang lain. Harapan saya ke depan, kita bisa berkembang bersama secara tim. Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali. Kalau saya melihat individu-individu yang ada, begitu dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan baik, akan bisa bersaing dengan sangat luar biasa," kata Jacksen.
"Karena dari aspek postur cukup bagus dan iklim sepak bola putri di Surabaya sudah cukup lama, jadi mereka pasti punya kematangan jauh lebih bagus. Saya akan kumpulkan pemain-pemain yang sudah terpilih masuk All-Star dari Extra Training Seri 1 untuk latihan bersama, nanti bisa kita lihat siapa yang akan terpilih untuk berangkat ke Kudus,” ucap Jacksen.
Legenda yang pernah menjuarai Liga Indonesia sebagai pemain maupun pelatih bersama Persebaya Surabaya tersebut berharap, secara bertahap ekosistem sepak bola putri terus berkembang di masa mendatang dengan banyaknya jam terbang serta atmosfer kompetisi yang sering didapat oleh para pemain.
“Tujuan dari MLSC ini kan untuk membentuk suatu ekosistem sepak bola putri Indonesia yang matang. Salah satunya adalah dengan membuat bagaimana para pemain ini memiliki jam terbang dan pengalaman bertanding yang terbilang cukup. Kompetisi seperti ini kan hanya dua kali dalam setahun, di luar itu saya berharap mereka bisa tetap menimba ilmu dalam kesehariannya dengan SSB (Sekolah Sepak Bola),” kata Jacksen.