Membersihkan Desa dengan Tarian Seblang

Masyarakat Desa Olehsari, Banyuwangi, percaya tari Seblang dapat memberikan keselamatan. Tari ini dimainkan dalam keadaan tak sadar oleh perempuan yang belum akil balig. Dia juga harus keturunan Mbah Semi.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Desember 2003, 06:28 WIB
Liputan6.com, Banyuwangi: Tarian Seblang hingga kini masih terus dipelihara oleh warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat setempat percaya bahwa ritual sakral tersebut dapat memberi keselamatan.

Tari Seblang adalah tari yang hanya dipentaskan sekali setahun, tepatnya pada hari ketiga Idul Fitri. Upacara ini berlangsung selama sepekan berturut-turut dan ditutup saat Lebaran ketupat. Tarian sakral ini dimaksudkan sebagai upacara bersih desa. Pada setiap pementasan, ritual ini menampilkan seorang penari muda yang menari dalam keadaan kesurupan.

Penunjukan penari Seblang ditentukan melalui musyawarah sejumlah roh halus yang didatangkan secara khusus oleh tokoh Desa Olehsari. Mereka yang terpilih harus anak perempuan yang belum akil balig dan masih keturunan Mbah Semi, penari Seblang pertama.

Anak perempuan yang saat ini menjadi penari Seblang adalah Irawati. Gadis berusia 14 tahun ini sudah tiga tahun berturut-turut menjadi penari Seblang. Padahal, saat pertama kali terpilih menjadi penari Seblang, Irawati mengaku tak bisa menari. Namun dalam keadaan tak sadar, dia langsung menari mengikuti irama musik pengiring.(LIA/Hasan Sentot)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya