Kecewa dan marah. Itulah yang dirasakan fans Arsenal di awal musim kompetisi Liga Premier 2013-2014. Saat The Gunners kalah 1-3 dari Aston Villa, fans membentangkan spanduk bertuliskan 'spend spend spend' yang berarti belanja.
Gelandang muda Meriam London Jack Wilshere, memahami kemarahan para pendukung. Namun demikian pemain internasional Inggris itu berharap agar fans tidak berhenti memberikan dukungan. Sebaliknya fans terus di belakang mereka.
"Reaksi mereka (pendukung Arsenal) bisa dimengerti. Orang-orang mengeluarkan uang untuk menonton kami dan kami harus menunjukkan penampilan terbaik untuk memenangi pertandingan," ungkap Wilshere.
"Kami tidak senang dan kami harus kembali melihat ke cermin dan bangkit. Jadi, pesan yang ingin disampaikan kepada fan adalah tetaplah bersama kami. Ini adalah musim yang panjang," ucap pemain 21 tahun tersebut.
Kemarahan fans bisa dimaklumi, dengan kondisi keuangan klub yang sehat seharusnya Gudang Peluru bisa mendatangkan banyak pemain baru untuk memperkuat skuat mereka. Namun sejauh ini baru satu pemain yang datang yakni Yaya Sanogo. (mtr/*)
Gelandang muda Meriam London Jack Wilshere, memahami kemarahan para pendukung. Namun demikian pemain internasional Inggris itu berharap agar fans tidak berhenti memberikan dukungan. Sebaliknya fans terus di belakang mereka.
"Reaksi mereka (pendukung Arsenal) bisa dimengerti. Orang-orang mengeluarkan uang untuk menonton kami dan kami harus menunjukkan penampilan terbaik untuk memenangi pertandingan," ungkap Wilshere.
"Kami tidak senang dan kami harus kembali melihat ke cermin dan bangkit. Jadi, pesan yang ingin disampaikan kepada fan adalah tetaplah bersama kami. Ini adalah musim yang panjang," ucap pemain 21 tahun tersebut.
Kemarahan fans bisa dimaklumi, dengan kondisi keuangan klub yang sehat seharusnya Gudang Peluru bisa mendatangkan banyak pemain baru untuk memperkuat skuat mereka. Namun sejauh ini baru satu pemain yang datang yakni Yaya Sanogo. (mtr/*)